Hidup dalam Dua Potong Roti

Roda perekonomian mulai berderak di Kabul. Penduduknya cuma menginginkan rasa aman.

Minggu, 7 Juli 2002

JARUM jam menunjuk ke angka 12. Waktu istirahat dan makan siang tiba. Mohamad Saleh bergegas mengayuh sepeda tuanya ke warung terdekat. Perutnya tidak bisa menunggu terlalu lama untuk diisi. Paginya, ia cuma sarapan roti berbentuk elips dan secangkir teh pahit.

Di warung, lelaki berusia 51 tahun ini cuma memesan menu yang murah. Dia membeli dua potong roti seharga 4.000 afgani (sekitar Rp 1.000) dan seporsi kare kentang berminyak dengan sed

...

Berita Lainnya