Chairil, Yang Tetap Hidup

Senin, 15 Agustus 2016

SETIAP tahun, dalam perayaan tujuh belas agustusan, kita selalu membutuhkan Chairil yang ­urakan, kurang ajar, tapi melahirkan karya-karya yang cemerlang dan segar. Dari Meulaboh sampai Merauke, sajak-sajak Chairil dibacakan. Chairil seperti bagian dari bangsa Indonesia yang pernah ada, dan terus dirindukan.

Chairil hidup dan berkarya tatkala nasionalisme bangsa ini bergolak, dan harapan akan kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang kemudian be

...

Berita Lainnya