Para Pemburu Nasib Baru

Ancaman kapal karam dan penahanan di rumah detensi tak menghalangi para pengungsi. Segala cara dicoba untuk mencapai Australia.

Senin, 11 Juni 2012

SEORANG pria gesit memanjat tembok setinggi lima meter berkawat duri itu. Diterpa cahaya lampu remang-remang, bayangannya cepat tenggelam di kegelapan malam. Dibantu kain yang dijalin jadi tali-temali, pria itu melompati pagar, lalu menghilang.

Tak lama, empat pria lain bergegas menyusul. Pada Sabtu dinihari, awal Januari, mereka mencoba lari dari rumah detensi imigrasi—biasa disingkat rudenim—di Bangil, Pasuruan, kota kecil di kawasan tapal

...

Berita Lainnya