Bohemian Pertama Jakarta

Pada 1942, Chairil Anwar pindah ke Jakarta mengikuti ibunya, Saleha, karena berpisah dengan ayahnya, Toeloes, yang menikah lagi. Di Jakarta ia miskin bahkan telantar. Ia menggelandang dari satu tempat ke tempat lain. Untuk bertahan hidup, ia sering mencuri kecil-kecilan. Namun di ”kampung besar” ini pula Chairil ditempa. Intelektualitasnya berkembang. Bacaannya bertambah banyak. Wawasannya semakin luas.

Senin, 15 Agustus 2016

Dalam Lingkaran Sjahrir
Sebagai keponakan dan tinggal di rumah Sutan Sjahrir, Chairil dekat dengan berbagai kalangan, termasuk tokoh pergerakan nasional. Ia pernah menjadi kurir untuk menyampaikan informasi penting dari Sjahrir.


SITI Latifah Herawati Diah hanya bisa mengingat dua hal tentang Chairil Anwar, yakni syair dan Sutan Sjahrir. Perempuan yang pada 3 April lalu berusia 99 tahun itu bercerita, satu kali pernah Chairil datang ke rumahny

...

Berita Lainnya