Diponegoro dan pajak

Sistem pajak yang menghinakan & menyengsarakan, kemerosotan kehormatan & moral keraton-keraton jawa pada zaman kolonial mendorong rakyat bahkan kaum bangsawan memimpikan seorang ratu adil. dialah diponegoro.

Sabtu, 11 Februari 1989

DI Tegalrejo, tentu saja saya tidak menemukan lagi Diponegoro. Seorang pengantar hanya bisa menunjukkan kendi tempat air wudu sang Pangeran. Beberapa meter di sekitarnya, melintang dua batang meriam yang tak jelas asal-usulnya. Lalu sebuah lempengan batu, pipih, bagai tapak raksasa. "Inilah bekas tempat tidur Pangeran dalam keprihatinannya," ujar orang itu. Selebihnya adalah deretan kantor, musala, gedung kesenian yang sekaligus ...

Berita Lainnya