Tidak Sekadar Kembali

Sempat terjadi persilangan pendapat. Dengan awak minim menyiapkan ”edisi perdana”.

Senin, 7 Maret 2011

JUNI 1998. Puluhan orang berkumpul di area teater kompleks Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. Merekalah orang-orang yang pernah bekerja di Tempo sebelum dibredel empat tahun sebelumnya. Hari itu mereka berhimpun untuk merembukkan nasib ”sang almamater”, Tempo, yang tiba-tiba berpeluang untuk diterbitkan lagi setelah runtuhnya rezim Orde Baru. Di tangan mereka ada secarik kertas putih tempat mereka akan menyatakan pilihan: terbit lagi, atau t

...

Berita Lainnya