Operasikan Gardu Induk Gunung Mas, PLN Hemat Rp 20,6 Miliar

2.850 pelanggan kini dapt menikmati listrik 24 jam dari sebelumnya 18 jam per hari.

Tempo

Sabtu, 5 Februari 2022

PT PLN (Persero) merampungkan kontruksi gardu induk 150 kilovolt (KV) Kalimantan Tengah dan Selatan (kalselteng) 1 town freeder transformator (TFT) di Desa Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Selain meningkatkan keandalan pasokan listrik, PLN dapat menghemat Rp 20,6 miliar dari pengoperasian gardu induk berkapasitas 30 megavolt ampere (MVA) tersebut.

General Manager Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat, Didik Mardiyanto, mengatakan gardu induk ini akan mengalirkan pasokan listrik dari PLTU IPP Kalselteng 1 berkapasitas 200 megawatt (MW). Gardu induk akan dapat menyuplai listrik warga yang berada di Kecamatan Rungan dan Kecamatan Manuhing, di Kabupaten Gunung Mas dan warga lain di sekitarnya.

“Kami berharap dengan suplai listrik yang maksimal dapat meningkatkan geliat ekonomi warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Didik.

Pasca pengoperasian GI Kalselteng 1 TFT akan mengurangi penggunaan PLTD Tumbang Jutuh dan Tumbang Telaken. Penghentian pembangkit diesel ini sebagai upaya peningkatan keandalan listrik dengan menghubungkan sistem kelistrikan setempat dengan sistem kelistrikan Kalimantan.

2.850 pelanggan di kedua Desa tersebut kini dapt menikmati listrik 24 jam dari sebelumnya 18 jam per hari. Dengan pengoperasian gardu induk, PLN dapat menghemat biaya operasional Rp 20,6 miliar per tahun.

Pembangunan gardu induk menelan investasi Rp 12 miliar dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 31,82 persen dan mendapat sertifikat laik operasi (SLO) dari PLN Pusat Sertifikasi. SLO merupakan bukti pengakuan formal suatu instalasi listrik telah berfungsi sesuai persyaratan yang ditentukan dan dinyatakan siap dioperasikan. “Alhamdullilah GI 150 kV Kalselteng 1 TFT ini sudah mendapatkan SLO. Hal ini juga bermanfaat untuk memastikan instalasi listrik yang beroperasi sesuai standar keselamatan berlaku,” ujar Didik.

Selain memperoleh SLO, GI 150 kV Kalselteng 1, PLN juga memperoleh SLO untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai (Peaker) Stage 2 Unit 13 berkapasitas 140 MW .

PLN juga menargetkan penyelesaian pembangunan jaringan interkoneksi proyek SUTT 150 kV Pangkalan Bun-Sukamara dan Sukamara-Kendawangan. Sistem kelistrikan ini akan menghubungkan Barito di Kalimantan Tengah dan sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat.

Berita Lainnya