Perubahan Digital dalam Dunia Pendidikan

Layanan teknologi, informasi dan komunikasi turut andil menyukseskan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi.

Tempo

Sabtu, 27 November 2021

Sudah dua tahun Indonesia dilanda pandemi. Proses belajar beralih ke ruang-ruang digital. Berbagai macam platform penunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikembangkan. Hal yang lumrah digunakan adalah Learning Management System (LMS).

Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran secara daring.

“Terutama adalah engagement antara pelajar dan guru, interaksi yang terbatas, konten dan modul mata pelajaran daring yang memadai, serta bagaimana menyelenggarakan perkuliahan yang bersifat praktikum atau keterbatasan jaringan dan pengetahuan terkait aplikasi," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek, Aris Junaedi, dalam diskusi yang diselenggarakan Tempo Media bertajuk Dialog Industri: Pembelajaran Masa Depan, Kapan Pun, dan di Mana Pun pada Rabu, 1 Desember 2021.

Diskusi yang diselenggarakan atas kerja sama Lintasarta tersebut bisa disaksikan di Youtube Tempo, Facebook Tempo dan TV Tempo.

Aris menambahkan pihaknya berupaya mensukseskan pembelajaran jarak jauh. Hal utama yang dilakukan adalah merealokasi anggaran. Selain itu, optimalisasi sistem pembelajaran daring yang sudah ada. Misalnya Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA). "Kita bisa memonitor secara real time tiap saat, berapa banyak dosen dan mahasiswa yang menggunakan SPADA,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Aris, Kemdikbudristek juga sudah menggelontorkan dana untuk biaya pendidikan dan kuota mahasiwa/dosen. Sebab, menurutnya, e-learning sudah menjadi keharusan. "Kami juga terus memberikan pelatihan-pelatihan untuk dosen dan guru, mulai dari aspek pedagogis sampai pengetahuan dalam konteks pembelajaran daring," ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Mamun Murod, menekankan perlunya pendampingan dosen usia lanjut. Berdasarkan pengalaman, perlu kesabaran dan ketelatenan untuk membimbing mereka. "Saya  mengingatkan kepada tim IT untuk memantau dosen-dosen sepuh," ucapnya.

Dalam situasi pandemi, kata dia, UMJ tetap ikut dan taat pada aturan pemerintah dan PP Muhammadiyah. Kendala utamanya pembayaran biaya kuliah mahasiswa. Karena itu harus ada siasat. Misalnya, memberikan dispensasi.

Ia juga menyadari kendala yang dihadapi mahasiswa atau dosen di luar Jawa. Ia menceritakan, ada banyak mahasiswa yang harus berkumpul di kantor kecamatan atau kabupaten untuk ujian. Dan ini nyata.

Direktur Marketing Lintasarta Ginandjar Alibasjah menambahkan pihaknya menyajikan solusi pembelajaran jarak jauh. Lintasarta sebagai penyedia layanan teknologi, informasi dan komunikasi, berkomitmen turut andil mensukseskan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi.

Ia memaparkan, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam melaksanakan PJJ. Pertama, infrastruktur jaringan. Hal ini yang paling penting. Kemudian, lanjut Ginandjar, tersedianya ruang penyimpanan awan yang menjadi bagian infrastruktur utama.

Kedua, aplikasi pembelajaran. Menurut Ginandjar, harus ada aplikasi yang bisa menunjang pembelajaran daring. "Misalnya LMS, webinar platform dan lain sebagainya," ujar Ginandjar.

Komponen ketiga adalah konten. Setiap isi dari pelajaran, misalnya modul, video pembelajaran, atau gambar tersimpan secara rapi. Terakhir, komponen alatnya, misalnya laptop, tablet, gawai, dan lain-lain.

Ia melanjutkan, pihaknya siap bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia atau Kemdikbudristek. Terlebih lagi, lanjutnya, bila transformasi digital bidang pendidikan harus berkelanjutan. "Kami menyediakan solusi, tidak hanya layanan, tapi sampai pengoperasian difasilitasi oleh IT dari Lintasarta," kata Ginandjar.

Berita Lainnya