Mengapa Pembangunan Kanal di Gambut Memicu Bencana? - - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
text

Mengapa Pembangunan Kanal di Gambut Memicu Bencana?

Pembuatan kanal-kanal membuat air yang tersimpan di lahan gambut cepat keluar akibatnya lahan gambut akan cepat kering dan mudah terbakar.

18 September 2020


Pada 2014-2015 bencana kabut asap tercatat paling parah. Hingga 2019 kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap terus terjadi dan jangkauannya meluas. Pengaruh kabut asap akibat kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia berdampak luas, bukan hanya berdampak pada Indonesia sendiri tapi pada negara tetangga seperti Singapura Malaysia dan Brunei Darusalam.

Kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan, tapi di sebagian wilayah hutan terutama di Kalimantan dan Sumatera penanggulanannya seringkali tidak mudah. Masalahnya lebih rumit dari perkiraan banyak orang. Kabut asap di Indonesia sulit ditanggulangi dengan cepat lantaran banyak yang berasal dari pembakaran lahan gambut.

Lalu apa itu gambut, gambut adalah bahan organik yang tumbuh secara alami dari sisa-sisa tumbuhan berkayu yang terurai secara tidak sempurna  dan menumpuk disatu tempat. Material ini punya ketebalan tertentu dan biasanya terdapat pada rawa diantara dua sungai dan antara sungai dan laut.


Material gambut menumpuk selama ribuan tahun dan  membentuk kubah dengan kaki-kaki gambut. Gambut bersifat seperti spons menyerap dan menyimpan air dalam jumlah banyak. Sehingga membuat lapisan ini sangat basah dengan kandungan karbon yang sangat tinggi.

Masalah timbul saat orang membuka lahan gambut dengan cara dikeringkan atau dibakar, mereka menebang pohon lalu membuat kanal-kanal dan mengeringkan lahan untuk ditanami. Pembuatan kanal-kanal membuat air yang tersimpan di lahan gambut cepat keluar akibatnya lahan gambut akan cepat kering.

Masalahnya adalah ketika pembukaan lahan ini dilakukan dalam skala besar dan terus dikeringkan lalu dibakar, maka api akan membakar lapisan gambut yang sudah mengering. Kebakaran yang terjadi sulit dipadamkan  karena kebakaran terjadi di dalam lapisan gambut yang kandungan karbonnya sangat tinggi. Bara api di lapisan gambut bisa bertahan berbulan-bulan, ini yang menyebabkan kabut asap dalam jumlah yang besar  dan waktu yang panjang.

2020-10-21 02:48:55


1/0

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB