Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Teater



  • Didik Nini Thowok dan The Peony Pavilion
    Teater

    Didik Nini Thowok dan The Peony Pavilion

    Seniman dari delapan negara berkolaborasi dalam pentas teater In Search of a Dream di Teater Salihara, Jakarta. Mengusung kisah klasik Cina.

  • Sebuah Catatan dari Essen
    Teater

    Sebuah Catatan dari Essen

    Tiap tahun, kota kecil Essen di Jerman menggelar forum bernama IMPACT yang mempertemukan berbagai seniman lintas negara.

  • Teater Koma ‘Debut Kedua’ Rangga
    Teater

    Teater Koma ‘Debut Kedua’ Rangga

    Teater Koma mementaskan kembali naskah J.J Sampah-Sampah Kota, yang ditulis 40 tahun lalu. Disutradarai Rangga Riantiarno.

  • Gado-gado ala Wayang Bocor
    Teater

    Gado-gado ala Wayang Bocor

    Pentas Wayang Bocor di Dia.Lo.Gue Artspace, Jakarta, kembali mendobrak pakem kesenian tradisi. Mengemas isu kekinian dengan jenaka.

  • Mengupas Lagi Identitas
    Teater

    Mengupas Lagi Identitas

    Literature and Ideas Festival 2019 mengusung tema identitas dan sejarah. Seniman Indonesia dan Belanda berkolaborasi sebagai penampil.

  • Selubung Dunia Kematian Hades
    Teater

    Selubung Dunia Kematian Hades

    Kolaborasi Mainteater Bandung-Melbourne menyuguhkan pertunjukan yang berkisah tentang situasi pasca-apokaliptik berlatar mitos dunia Hades.

  • Dari Tubuh Garam hingga Universitas Kaspar
    Teater

    Dari Tubuh Garam hingga Universitas Kaspar

    Festival Teater Tubuh menyuguhkan penampilan sejumlah kelompok yang meresapkan naskah ke dalam gerak tubuh.

  • Teater Indonesia Akar Teater Saya
  • I La Galigo, Setelah 15 Tahun
    Teater

    I La Galigo, Setelah 15 Tahun

    I La Galigo yang disutradarai Robert Wilson dipentaskan kembali di Ciputra Artpreneur. Posisi bissu, pendeta Bugis kuno, akibat wafatnya Puang Matoa Saidi, diisi seorang aktor.

  • Rentak Perkusi Negeri Singa
    Teater

    Rentak Perkusi Negeri Singa

    Garin Nugroho menyutradarai pentas Fatih di Esplanade, Singapura. Permainan perkusi atau genderang menjadi menu utama pertunjukan.

  • Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak
    Teater

    Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak

    Film Sekala Niskala diangkat ke panggung teater oleh sutradara Kamila Andini. Duka seorang anak yang meratapi kehilangan saudara kembar dan kembali menemukan kebahagiaan di alam niskala.

  • Kisah Ronggolawe Makar
    Teater

    Kisah Ronggolawe Makar

    Ulang tahun ke-60 Sanggar Bambu dirayakan dengan pementasan Ronggolawe Makar. Aktual dengan situasi politik.

  • “Orfeus, Aku Tak Akan Kembali”
    Teater

    “Orfeus, Aku Tak Akan Kembali”

    Puisi “Orfeus” Goenawan Mohamad disajikan dalam bentuk koreografi oleh Melati Suryodarmo di Salihara, pekan lalu.

  • Srintil Yang Kenes
    Teater

    Srintil Yang Kenes

    Kisah Srintil dari trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk dipentaskan secara monolog. Trie Utami luwes menampilkan gerakan-gerakan tari.

  • Menjadi Tiga Perempuan
    Teater

    Menjadi Tiga Perempuan

    Naskah terkenal Harold Pinter, The Caretaker, yang seharusnya diperankan tiga laki-laki diadaptasi menjadi tiga perempuan. Beberapa persoalan muncul.

  • Dua Versi Adaptasi
    Teater

    Dua Versi Adaptasi

    Helateater Salihara menampilkan dua karya yang mengadaptasi naskah drama komedi satu babak dari Spanyol, A Sunny Morning. Membawa nuansa aktual dan tradisional.

  • Main-Main Kematian
    Teater

    Main-Main Kematian

    Menjelang pencoblosan, Teater Gandrik mementaskan cerita arwah koruptor gentayangan yang jasadnya tak bisa dikuburkan.

  • Shakespeare Rasa Lokal
    Teater

    Shakespeare Rasa Lokal

    Institut Kesenian Jakarta mementaskan A Midsummer Night’s Dream milik William Shakespeare. Dikemas modern dengan menonjolkan unsur lokal.

  • Amir, Cinta, Dan Pembunuhan
    Teater

    Amir, Cinta, Dan Pembunuhan

    Tragedi pembunuhan Amir Hamzah disajikan produser Happy Salma. Porsi adegan percintaan lebih besar daripada revolusi sosial penyebab kematiannya.

  • Kebisingan Dor Teater Api
    Teater

    Kebisingan Dor Teater Api

    Teater Api mementaskan Dor karya Putu Wijaya dengan berbeda:hanya visual dan minim dialog.

  • 12

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.