Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

  • Dikira Laki-laki
    Pokok dan Tokoh

    Dikira Laki-laki

    Peneliti bidang oseanografi LIPI, Dwi Listyo Rahayu, punya pengalaman tak terlupakan saat mengikuti ekspedisi di Filipina. Ketinggalan feri karena penjemputnya mengira ia laki-laki.

  • Biopestisida dari Limbah Kayu dan Mimba
    Inovasi

    Biopestisida dari Limbah Kayu dan Mimba

    Peneliti membuat biopestisida campuran asam piroligna dari limbah kayu dan minyak mimba. Hasil pengujian menunjukkan hasil baik untuk mengusir hama wereng.

  • Jasa Penyerbuk ala California
    Ilmu dan Teknologi

    Jasa Penyerbuk ala California

    Orang Minang membangun bisnis penyewaan lebah untuk penyerbukan tanaman di California, Amerika Serikat. Jasa lebah yang belum berkembang di Indonesia.

  • BRIN Membutuhkan Dukungan Politik
    Wawancara

    BRIN Membutuhkan Dukungan Politik

    Setelah tiga tahun menjadi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengemban tugas baru. Ilmuwan lulusan Jepang ini diangkat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Joko Widodo. Handoko mendapat mandat mengintegrasikan lima lembaga riset nasional, yakni LIPI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Ia juga diminta mengatasi ketertinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan kemandirian teknologi, serta berfokus pada eksplorasi untuk ekonomi digital, green economy, dan blue economy. Seperti yang telah dilakukannya di LIPI, ia akan melanjutkan upaya memulangkan para peneliti yang berdiaspora untuk memperkuat BRIN. Handoko mengatakan BRIN juga membutuhkan dukungan politik untuk mewujudkan riset sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.

  • Musuh Tak Bersenjata di Papua
    Ilmu dan Teknologi

    Musuh Tak Bersenjata di Papua

    Sampai 2020 Indonesia mencatat 254.055 kasus malaria, yang tertinggi di Papua. Hasil uji klinis terbaru vaksin malaria oleh University of Oxford di Burkina Faso menjadi kabar baik.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.