Diskriminasi

  • Mengenang Vera
    Selingan

    Mengenang Vera

    Pesantren Waria Al-Fatah memamerkan foto-foto dokumentasi kekerasan dan diskriminasi terhadap transgender. Ada foto waria yang dibunuh.

  • Kisah Pesantren Waria dan Fobia Transgender
    Selingan

    Kisah Pesantren Waria dan Fobia Transgender

    Pesantren Waria Al-Fatah di Kotagede, Yogyakarta, memamerkan 60 foto, lukisan, dan kerajinan para santri transgender. Mengingat kembali berbagai bentuk diskriminasi.

  • Pendekatan Jokowi di Papua Tidak Humanis
    Wawancara

    Pendekatan Jokowi di Papua Tidak Humanis

    Pengacara hak asasi manusia Papua, Gustaf Kawer, menganggap pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak serius menangani persoalan pelanggaran HAM di Papua. Meski menjadi presiden yang paling sering mendatangi Papua, Jokowi dinilai salah melakukan pendekatan berbasis ekonomi dengan membangun banyak infrastruktur. Menurut Gustaf, tindakan pemerintah yang terus mengeksploitasi sumber daya alam Papua dengan pendekatan militer makin membuat rakyat Papua kehilangan kepercayaan kepada pemerintah. Gustaf mengatakan ketidakseriusan pemerintah dalam menuntaskan masalah HAM dan meluruskan sejarah masa lalu Papua tidak mustahil akan direspons dengan menguatnya dorongan orang Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia.

  • Bendera Pelangi di Markas Polisi
    Hukum

    Bendera Pelangi di Markas Polisi

    Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI memecat personelnya yang memiliki orientasi seksual berbeda. Diskriminasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilembagakan.

  • Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit
    Wawancara

    Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit

    Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Pendeta Benny Giay terus mendorong dialog antara pemerintah Indonesia dan kelompok-kelompok pro-referendum Papua yang bernaung di bawah organisasi Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP). Benny mengatakan pemerintah harus menyelesaikan empat masalah utama yang menjadi sumber konflik dan perlakuan rasisme terhadap orang asli Papua. Ia pernah dituding sebagai pendukung separatis dan kapok menyokong Presiden Jokowi.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.