Surat 7/13

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

SAYA sependapat dengan Menteri Pendidikan Nasional, Yahya Muhaimin, yang tidak akan mengubah kurikulum mata pelajaran sekolah karena dampaknya sangat luas terhadap siswa dan orang tua.

Namun, menurut saya, ada yang perlu diperhatikan oleh pemerintah tentang masalah kurikulum SMU, khususnya jurusan IPS, dan kualitas guru. Di jurusan ini ada mata pelajaran sosiologi, antropologi, dan tata negara, tapi guru-guru yang mengajarkan mata pelajaran ini diambil dari jurusan lain, jurusan sejarah misalnya.

Kalau, toh, jurusan itu memang dipertahankan dalam kurikulum 1994, apakah tidak sebaiknya pemerintah merekrut guru-guru dari jurusan sosiologi, antropologi, dan tata negara dari beberapa universitas di Indonesia? Bukankah mereka jauh lebih menguasai bidangnya dibandingkan dengan guru dari jurusan lain? Mereka cukup dibekali teknik mengajar yang bisa didapat di program akta empat.


Saya yakin, siswa akan jauh lebih mudah menerima pelajaran yang diberikan oleh guru yang menguasai bidangnya. Sehingga, pelajaran di sekolah menjadi sesuatu yang memang diperlukan siswa untuk menambah ilmu pengetahuan, bukan sebaliknya.

161836559358

RUKMINI ASMA
Jakarta


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836559358



Surat 7/13

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.