Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya
text

Observasi Tempo

Wartawan Tempo di enam kota besar, melakukan observasi lapangan untuk mengetahui pendapat para calon pemilih. dengan wawancara, sebagai penanggung-jawab ivan haris prikurnia. dibantu Taufik Rahzen.

i
BAGAIMANA sih perilaku pemilih kita? Sebuah pertanyaan yang menarik tapi tak mudah dijawab. Sejak menjelang masa kampanye, bulan lalu, pertanyaan itu terus mengusik kami. Lihatlah bagaimana orang-orang yang masih terus rajin menghadiri kampanye yang diadakan para kontestan dari pemilu ke pemilu. Mereka tahan berjemur, bersimbah keringat, dengan suara yang menjadi serak setelah terus-terusan meneriakkan yel. Mereka tahan mendengarkan janji-janji dari para juru kampanye, walaupun umumnya janji itu tak pernah ditepati -- malah cenderung dilupakan -- setelah pemilu usai, setelah kursi-kursi di DPR dan MPR terisi. Maka, sebelum masa kampanye mulai, ketika masyarakat belum dicekoki pidato-pidato kampanye, kami melakukan sebuah observasi lapangan. Tujuannya tentu saja untuk mencari jawaban atas pertanyaan tadi. Para wartawan TEMPO di enam kota penting Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Palembang selama sepekan, awal Mei lalu, dikerahkan untuk mencari tahu pendapat para calon pemilih, dengan metode wawancara. Semula kami menargetkan untuk mewawancarai 300 sumber, mulai dari mereka yang akan pertama kali ikut mencoblos sampai mereka yang akan mencoblos untuk yang kelima kalinya dalam pemilu mendatang. Tapi, dengan keterbatasan yang ada -- terutama keterbatasan waktu karena proyek ini harus selesai sebelum masa kampanye dimulai -- kami hanya mampu menjaring 269 orang. Meski dengan sumber yang terbatas, toh kami mencoba mengolahnya dengan benar. Yang bertanggung jawab mendesain materi dan metode observasi adalah reporter TEMPO Ivan Haris Prikurnia. Ivan memang punya pengalaman untuk urusan begini. Sebelum bekerja di TEMPO, sarjana kriminologi UI ini pernah menjadi Ketua Kelompok Peneliti Pengkaji Masalah Kriminologi (KP2MK), sebuah lembaga yang mengkhususkan diri meneliti masalah-masalah kriminalitas. Selain itu, Ivan juga pernah menjadi asisten dosen untuk metode penelitian masyarakat di almamaternya. Kemudian Ivan dibantu oleh Taufik Rahzen, seorang peneliti independen. Taufik pernah bergabung dengan Gulf Peace Team, kelompok antiperang yang anggotanya berasal dari berbagai penjuru dunia. Bersama kelompok ini, Taufik berangkat ke Baghdad, untuk mencegah pecahnya perang antara Irak dan Amerika. Usaha mereka gagal total, tapi Taufik kemudian banyak mengirim laporan suasana perang di sana, untuk TEMPO. Kepala Biro Jakarta Ahmed Kurnia Soeriawidjaja mengoordinasi proyek ini, sampai selesai. Hasil observasi ini kemudian kami konsultasikan dengan sejumlah ahli. Lalu bahan ini kami olah untuk menjadi laporan utama pekan ini. Tentu saja, bahan ini kami lengkapi dengan sejumlah riset, wawancara denga para ahli, dengan juru kampanye, para tokoh ketiga kontestan, serta banyak sumber lain. Berbagai laporan pandangan mata dari para wartawan kami di Jakarta dan daerah, sepanjang masa kampanye yang sudah berjalan sekitar setengah bulan ini, turut pula membasahi laporan utama ini. Penulisan laporan ini kemudian dikoordinasi oleh A. Margana, redaktur pelaksana yang membawahkan rubrik Nasional.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162052183270



Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.