Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Klarifikasi Standard Chartered Bank Indonesia

TERIMA kasih atas permintaan wawancara dari Tempo dan dituliskannya respons Standard Chartered Bank Indonesia dalam artikel berjudul “Cara Mandiri Besar Sendiri” yang dimuat pada edisi 22-28 April 2019.

i Klarifikasi Standard Chartered Bank Indonesia
Klarifikasi Standard Chartered Bank Indonesia

 

Di halaman 80 tertulis bahwa konsultan senior IndoPacific Edelman, Maretha Sambe, membantu komunikasi Standard Chartered Bank. Kami klarifikasi bahwa Saudari Maretha Sambe adalah karyawan Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI) dari bagian Corporate Affairs. Perlu juga diinformasikan bahwa saat ini komunikasi SCBI tidak dibantu oleh konsultan luar, yang dalam artikel disebutkan adalah IndoPacific Edelman.

 

Lucas Suryanata

Head of External Communications Corporate Affairs

Standard Chartered Bank Indonesia


 

162402668677

Terima kasih atas klarifikasi Anda.

 


 

Klaim Asuransi Commonwealth Life

APAKAH asuransi Commonwealth Life sudah bangkrut? Saya pemegang polis NIK 3175042906740xxx dengan nomor 0000002829xx mengajukan klaim lebih dari sebulan lalu, tapi tak ada respons dari Common­wealth Life. Saya mengajukan klaim untuk anak saya bernama Aksara Mafaza Putra Haryono yang diopname di RSHJ, 20-22 Februari 2019. Klaim saya ajukan melalui Ibu Liem, sebagai agen asuransi, pada Maret 2019. Hingga 16 April, tak ada tanggapan padahal polis saya masih aktif dan syarat-syarat mengajukan klaim sudah saya lengkapi. Mohon tanggapan Commonwealth Life.

 

Yudi Haryono, PhD

Karang Tengah, Banten

 


 

Kecewa Asuransi Prudential

SAYA dan adik saya pemegang polis asuransi kesehatan Prudential sejak akhir 2010. Saya tertarik karena, selain untuk asuransi, polis itu bisa menjadi investasi. Kami rutin membayar premi selama sepuluh tahun tanpa terlambat, bahkan adik saya menambah polisnya pada akhir 2018.

Pada Februari 2019, kami berniat mengajukan klaim biaya operasi usus buntu adik saya. Tapi hingga saat ini klaim masih dalam proses dengan alasan yang mengada-ada.

Saat adik saya di rumah sakit, agen Prudential membesuk dan mengindikasikan tidak ada masalah. Tapi, ketika kami hendak membayar biaya, Prudential hanya setuju membayar sepertiga dari total tagihan dengan alasan tidak masuk akal, yaitu klaim ditolak karena adik saya terkena kista, bukan usus buntu. Itu tidak masuk akal karena semua dokumen rumah sakit dan keterangan dokter menyatakan operasi usus buntu. Karena capek berdebat, akhirnya saya bayar seluruh tagihan lantaran agen itu mengatakan klaim bisa dibayar belakangan.

Agen membawa semua dokumen medis dengan janji keputusan tentang klaim keluar maksimal satu pekan. Namun, tiap kali kami hubungi, agen selalu mengatakan masih dalam proses. Adik saya akhirnya mendatangi Prudential Tower dan bertemu dengan manajernya. Di sini alasan mereka lain, yakni surat kuasa rekam medis tak sesuai dengan format baku mereka. Padahal kami mengisi dokumen kuasa dari agen mereka sendiri. Adik saya menolak menandatangani surat rekam medis yang disodorkan manajer itu.

Mereka menghubungi kami dan menyoal alasan lain, yaitu peningkatan polis asuransi pada 2018, dan mengaitkannya dengan klaim asuransi.

Mengapa Prudential tidak mau membayar klaim karena alasan yang tidak tercantum dalam klaim utama? Kami baru tahu juga bahwa agen ternyata pihak luar perusahaan yang tak punya wewenang sama sekali dalam klaim. Prudential jelas mencari segala cara untuk tidak memenuhi kewajiban membayar klaim.

 

Lidia Ahmad

lidiaa067@gmail.com


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=162402668677



Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.