Bisnis Sepekan 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Direksi tetap, armada berubah

Garuda resmi tak lagi mengoperasikan pesawat DC-9. sebelas unit DC-9 akan dijual seharga US$ 2-3 juta per unit. jika tak laku, kemungkinan diserahkan kepada merpati sebagai penyertaan modal.

i
TEGANGAN tinggi" yang selama lebih dari setengah tahun diemban oleh direksi Garuda Indonesia dan Merpati kini telah berakhir. Pekan lalu, Menteri Pehubungan Haryanto Dhanutirto menegaskan bahwa tidak akan ada pergantian di kalangan direksi kedua BUMN tersebut. Bahkan dipastikan, berita tentang pergantian yang banyak disorot media massa itu isu belaka. Padahal, menurut beberapa direksi BUMN beberapa waktu lalu, Menteri Pehubungan telah dengan resmi memberitahukan bahwa mereka akan segera diganti bersamaan dengan digantinya direksi Garuda dan Merpati. Kabarnya, sudah ada usul tertulis dari Menteri Perhubungan -- tentang pergantian itu -- yang diajukan kepada Menteri Keuangan sebagai wakil pemegang saham. Tak jelas mengapa rencana itu tak terlaksana. Yang pasti, hilangnya isu pergantian segera disusul dengan berita tentang kesibukan manajemen Garuda membenahi armadanya. Terhitung pekan ini, Garuda resmi tak akan lagi mengoperasikan pesawat DC-9. Sebelas unit DC-9 yang dimilikinya akan segera dilego seharga US$ 2-3 juta per unit. Tahap pertama, ke-11 pesawat itu akan diserahkan kepada PT PANN, BUMN yang selama ini bergerak di bidang leasing. Kalau PT PANN tak berhasil menjualkannya, barulah Garuda mencari calon pembeli lain, nasional ataupun asing. Dan tidak tertutup kemungkinan pesawat DC-9 itu diserahkan kepada Merpati sebagai penyertaan modal Garuda di sana. Sebab enam dari sebelas DC-9 itu kini dioperasikan MNA, yang notabene adalah anak perusahaan Garuda.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162091819784



Bisnis Sepekan 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.