Pokok dan Tokoh 4/6

Sebelumnya Selanjutnya
text
i
K ATA orang, lidah lebih tajam dari pedang. Tapi di negeri ini masih banyak orang yang tak jelas bicaranya, bahkan sering menyakitkan. Sialnya lagi, menurut Adi Kurdi, 54 tahun, ini sering dilakukan oleh politikus. "Lihat saja bicara mereka sering sulit dipahami, bahkan terkadang terlalu cepat. Akibatnya, masyarakatnya jadi bingung," katanya. Semua itu gara-gara mereka tidak memiliki dasar berkomunikasi yang mumpuni. Menurut dia, kalau saja mereka mau mengubah, keburukan itu bisa direparasi. Untuk itulah ia mendirikan kursus berkomunikasi. Namanya Studio C. Intinya, sekolahnya ini melatih lidah agar tak berbelit. Adi cukup punya bekal. Selama dua tahun, dia mengikuti pendidikan public relations di New York University, Amerika Serikat. Tidak cuma itu, Adi juga berpengalaman merapikan gaya bicara dua menteri di kabinet Abdurrahman Wahid, yakni Menteri Pariwisata Marzuki Usman dan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo. Malah Marzuki ikut kelas privat saat mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI. Hasilnya? "Awalnya, kalau mereka ngomong, cepatnya enggak ketulungan sampai enggak bisa didengar, tapi sekarang lumayanlah," kata Adi.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162052715678



Pokok dan Tokoh 4/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.