Pokok dan Tokoh 4/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Berdialog dengan para siswa SMA

Fuad hassan berdialog dengan para siswa sma di gelanggang remaja jakarta selatan dalam suatu acara yang diprakarsai gerakan remaja untuk kependudukan. selama acara itu fuad tidak merokok.

i
PABILA Fuad Hassan lupa merokok? Itulah bila ia sedang gencar berdialog dengan para siswa SMA, di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Sabtu pekan lalu. Selain pertanyaan para siswa begitu mengasyikkan, udara terasa panas -- baru sebentar, Menteri lalu membuka jas dan menggulung lengan baju. Toh Menteri tak lupa melemparkan peringatan, "Wartawan tak boleh bertanya." Acara ini diprakarsai oleh gerakan Remaja untuk Kependudukan dalam memperingati sewindu berdirinya. Bila Fuad menyambut undangan dengan sungguh-sungguh, karena "Saya juga sedang cari masukan." Pertanyaan yang ditujukan kepada Menteri, yang hari itu dipanggil "oom" oleh para siswa, hampir meliputi segala hal. Dari "Begini, Oom, apakah tidak dipikirkan pendidikan seks masuk kurikulum?" sampai "Pelajaran sejarah sudah membosankan karena dijejali rumus-rumus." Dan Oom Fuad, seperti pembawaannya sehari-hari, menjawab dengan santai. "Kurikulum memang lagi dibenahi, tapi bukannya mau diubah-ubah. Pendidikan seks bisa dititipkan, tak perlu jadi mata pelajaran tersendiri." Dan yang menimbulkan "gerr" adalah jawaban Fuad berikut, "Saya dulu benci pelajaran statistik, karena angka melulu. Ya, terpaksa sontek sana, sontek sini. Eh, e, tapi ini jangan ditiru, lo. Usai dialog, Fuad dirubung anak-anak yang minta tanda tangan di buku, atau di baju mereka. Dan Oom satu ini melayaninya dengan tetap tak merokok. Memang lupa atau sengaja memberi contoh, Oom?

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161830933431



Pokok dan Tokoh 4/7

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.