Pokok dan Tokoh 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text
i
KUDA adalah kebahagiaan Larasati. Saat model ini masih bocah, orang tuanya sering mengajaknya berkeliling dengan hewan bersurai itu. Ketika ia remaja, hatinya ikut meloncat-loncat seiring dengan nomor jumping yang ditekuninya. Ia sempat absen berkuda. Tapi, ketika tiga tahun lalu ia mengantar anak sulungnya berlatih, cinta lamanya bangkit. Ia pun lantas ikut mencongklak. Anggaran baju pesta ditukar untuk baju berkuda dan ongkos perawatan hewan ini. Saking seriusnya, saat hamil tujuh bulan anak kedua, ia tetap bergaya di atas pelana. Ia terpaksa benar-benar harus mengaso saat suatu hari ia nekat naik tapi tak bisa turun karena perutnya sudah terlalu bulat.

Ia kini serius ingin menjadi atlet berkuda (equestrian). Bersama Nikolaus, kuda kesayangannya—diibaratkan Laras sebagai mobil Rolls-Royce—seminggu lima kali ia berlatih nomor tunggang serasi. Dan alangkah tak melesetnya nama itu. Laras terlihat begitu anggun saat menunggangi Nikolaus. "Kuncinya adalah akurasi dan harmonisasi antara penunggang dan kudanya," tutur Laras, 28 tahun.

Ia tidak asal omong. Posisi kedua dalam kejuaraan Merdeka Cup di Malaysia pada 1998 lalu adalah bukti kecakapannya. "SEA Games tahun depan, saya siap berangkat," ujar atlet nasional ini.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161866217715



Pokok dan Tokoh 2/4

Sebelumnya Selanjutnya