Pendidikan 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sejak tikus menjadi haji

Buku pelajaran bahasa indonesia, cbsa-pbi,terbitan firma madju medan dipersoalkan. ahmad ibrahim memberikan kuasa kepada lbh medan untuk menggugat penerbit, tim pengarang dan editor buku itu.

i
HANYA karena sebuah pantun jenaka, seorang ayah jadi belingsatan. Ahmad Ibrahim, 41 tahun, ayah seorang murid yang duduk di kelas IV SD, menemukan pantun jenaka itu di buku pelajaran bahasa Indonesia, CBSA-PBI No. 4B, terbitan Firma Madju Medan. Penggalan pantun itu adalah: Engkau haji naik bendi/naik bendi kereta layang. Sejak tikus menjadi haji/banyaklah kucing yang sembahyang. Entahlah kalau Ibrahim tak suka humor. Atau, bagi dia, tikus yang dikait-kaitkan dengan menjadi haji, suatu hal yang sangat menghina. Maka, Ibrahim memberikan kuasa kepada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Medan pada 7 Mei lalu untuk menggugat penerbit, tim pengarang, dan editor buku itu. Gugatan juga ditujukan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen P dan K, instansi yang mengesahkan buku tadi. "Ungkapan (pantun) itu tidak mendidik, berkesan mempermainkan Islam," kata Alamsyah, Direktur LBH Medan, kepada TEMPO. Menurut Alamsyah, setidaknya ada empat buku CBSA lagi, dari penerbit yang sama, yang disusun serampangan. Misalnya, penggalan legenda Malinkundang. Di situ digambarkan ibu Malinkundang mata duitan. Lalu, bisa ditafsirkan wanita Minang rakus harta benda. Padahal, legenda itu mengisahkan kedurhakaan Malinkundang, bukan ibunya. "Sebagai orang Minang, saya tersinggung," ini kata Ibrahim. Juga penyajian kisah Lebai Malang dalam buku CBSA IPS No. 5B, dari penerbit yang sama, dituduh Ibrahim merendahkan martabat lebai -- suatu jabatan informal di Minangkabau yang setara dengan kiai di Jawa. Selain itu, menurut Alamsyah, dipertanyakan pula munculnya tulisan Dunhill dan Marlboro (keduanya merek rokok) pada ilustrasi pertandingan bulu tangkis di buku CBSA IPS No. 5B. "Buku-buku itu pantas digugat," kata Alamsyah. Namun, sebelum kasus ini dibawa ke pengadilan, LBH membuka jalan damai. Syaratnya, pembatalan pengesahan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dan penerbit merevisi buku-buku itu. Syarat lain, tim pengarang meminta maaf kepada masyarakat lewat iklan, minimal setengah halaman koran. Bila tidak dilakukan sampai akhir Mei ini, "Terpaksa gugatan kami masukkan ke pengadilan," kata Alamsyah, menggertak. Semua ini dianggap aneh oleh Alfian Arbi, Direktur Firma Madju Medan, penerbit buku itu. Buku yang dibuat sesuai dengan kurikulum itu, kata Alfian, perlu setahun untuk proses pengesahannya saja. "Sebelum disahkan, satu buku ada yang dikembalikan sampai tiga kali oleh P dan K," kata Alfian, yang juga Ketua Ikapi Sum-Ut. Buku-buku itu disahkan Maret tahun lalu, berlaku untuk masa lima tahun. Bagi Alfian, masalah yang dipersoalkan sangat mengada-ada. "Pantun jenaka tikus naik haji dan kisah Lebai Malang serta Malinkundang sudah ada sejak saya masih anak-anak," kata Arbi, 70 tahun, ayah Alfian, pendiri Firma Madju di tahun 1940. "Kami berpengalaman 40 tahun menerbitkan buku SD." Sebagai orang Minang yang beragama Islam, Arbi sama sekali tak merasa tersinggung. Dia lantas menduga, gugatan itu -- kalau jadi -- merupakan persaingan dagang. Buku terbitan Firma Madju menguasai 30 persen pasar di Medan, 10 persen di Aceh dan Sumatera Barat. "Jadi, mungkin saja ada yang mau menginginkan kami hancur," kata Alfian. Namun, katanya, sekecil apa pun kritik, selalu akan diperhatikan. Sementara itu, Kepala Kanwil Departemen P dan K Sum-Ut, R.M. Soesetyo, Jumat pekan lalu menginstruksikan kepada Kepala Bidang Pendidikan Dasar P dan K Sum-Ut agar meneliti buku-buku itu. Tapi, menurut c.o. Napitupulu, juru bicara Kanwil P dan K Sum-Ut, soal boleh atau tidaknya buku pelajaran beredar di Sum-Ut, bukanlah urusan instansinya. "Yang menentukan itu Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Napitupulu. Dari direktorat ini belum ada komentar. Mukhlizarzy Mukhtar dan Irwan E. Siregar (Medan)

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836696197



Pendidikan 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.