Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Gus Dur Membawa Pulang Modal

Manuver Presiden Abdurrahman Wahid berkeliling ke luar negeri memberikan dampak positif. Pengusaha keturunan pulang dan ada arus balik modal.

i
INDONESIA saat ini dianggap punya prospek yang baik dengan terpilihnya duet Abdurrahman Wahid-Megawati Sukarnoputri sebagai presiden dan wakil presiden. Bagi kalangan pengusaha keturunan Tionghoa, baik yang "lari" ke luar negeri setelah kerusuhan tahun lalu maupun yang tetap tinggal di dalam negeri, langkah Gus Dur berkeliling ke mancanegara, terutama ke Singapura dan nantinya ke Cina, memberikan harapan. Saat ini, kabarnya, sudah banyak pengusaha keturunan Tionghoa yang pulang kembali ke Indonesia. Secara fisik, itu tampak dari ramainya pusat-pusat perdagangan seperti Glodok dan macetnya jalan menuju permukiman etnis Tionghoa. Ketika berada di Singapura, Gus Dur juga melakukan langkah bijak: selain memberikan salam dalam bahasa Cina dan menyebut neneknya keturunan Cina, ketika bertemu Lee Kuan Yew ia menawari Menteri Senior Singapura ini sebagai penasihat ekonomi pemerintah Indonesia. Lalu, apa arti kepulangan pengusaha keturunan yang dulu meninggalkan negeri ini secara tergesa-gesa itu? Sangat banyak. Selain mereka pulang dengan membawa uangnya, momentum ini memberikan nilai tambah untuk menggalang kepercayaan investor di luar negeri. Pengusaha keturunan itu ibarat magnet yang akan bisa menarik investor asing menanamkan investasinya di Indonesia. Kalau pengusaha keturunan itu sudah berani pulang, tentunya investor akan percaya bahwa keadaan di Indonesia mulai aman. Jaminan keamanan untuk berusaha dan kestabilan kondisi sosial politik di dalam negeri adalah syarat utama untuk menarik investor menanamkan modalnya di sini. Syarat lain adalah adanya aturan main yang jelas dalam dunia usaha dan perlu adanya perbaikan supremasi hukum di Indonesia. Semua ini dijanjikan oleh Gus Dur ketika bertemu dengan para pengusaha di Singapura. Jika ketiga syarat ini tak kunjung dibenahi, tentu akan sulit menarik pemilik modal itu berbondong-bondong ke sini. Sekarang saja, menurut pengamatan berbagai kalangan, investor yang datang baru menanamkan modalnya dalam jangka pendek. Itu berarti mereka baru masuk di bursa saham—yang mengakibatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit di atas 600 poin. Ini menyiratkan kehati-hatian mereka, setidaknya mereka mengambil sikap menunggu perkembangan situasi. Penanaman modal lewat bursa ini, walau menolong perekonomian dalam jangka pendek, masih punya kerentanan karena sewaktu-waktu bisa mereka jual kembali. Tentunya harapan kita semua adalah investor datang untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang, apalagi jika proyek itu padat karya. Selain dunia bisnis akan bergeliat dibuatnya, salah satu sektor yang sangat dibantu adalah tersedianya lapangan pekerjaan untuk jutaan penganggur.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836225448



Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.