Cara Atlet Olimpiade Berlatih Saat Wabah Corona - Olahraga - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Latihan Bersama Bayangan

Para atlet terus berlatih dalam kondisi terbatas akibat pandemi Covid-19 yang membuat Olimpiade 2020 di Jepang akhirnya diundur selama setahun. Komite Olimpiade Internasional menjamin slot atlet yang sudah lolos kualifikasi tetap aman.

i Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisyah berlatih di Pelatnas PABBSI, Jakarta, Desember 2019./Tempo
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisyah berlatih di Pelatnas PABBSI, Jakarta, Desember 2019./Tempo
  • Pandemi Covid-19 memaksa agenda Olimpiade di Tokyo, Jepang, diundur hingga tahun depan.
  • Program latihan berubah setelah ada program isolasi mandiri demi keselamatan para atlet.
  • Indonesia memiliki wakil dari lima cabang olahraga yang sudah mendapatkan tiket ke Olimpiade.

ASRAMA di kompleks Markas Pangkalan Marinir Jakarta di Jalan Kwini, Jakarta Pusat, kini menjadi rumah sementara para atlet angkat besi nasional. Dalam sebulan terakhir, mereka harus menghabiskan waktu di kawasan militer itu gara-gara wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 merebak di Indonesia. Kehidupan para atlet di lokasi pemusatan latihan nasional itu menjadi lebih terbatas.

Pandemi Covid-19 membuat Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengisolasi 13 atlet dan 4 pelatih di fasilitas pemusatan latihan nasional itu. Arena latihan yang biasanya terbuka untuk umum pun ditutup buat meminimalkan kontak dengan orang luar. Dari semua anggota tim nasional, hanya Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono, Pelatih Kepala Angkat Besi Dirdja Wihardja, dan Manajer Tim Angkat Besi Alamsyah Wijaya yang diizinkan bepergian.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mendukung isolasi mandiri tim angkat besi. Dengan protokol tersebut, program latihan masih bisa dijalankan tanpa perlu khawatir akan penularan penyakit. “Bukan cuma angkat besi, semua pengurus cabang olahraga melakukan isolasi kepada para atletnya,” kata Okto pada Senin, 23 Maret lalu.


Meski demikian, isolasi mandiri bisa berdampak serius pada atlet. Menurut Djoko, dalam rapat melalui telekonferensi dengan Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu, 8 April lalu, atlet mulai jenuh karena tidak ada kegiatan lain di luar asrama. Dia meminta program latihan nasional tetap berjalan meski Olimpiade 2020 dan sejumlah kejuaraan lain ditunda akibat pandemi. “Para atlet bosan padahal kejuaraan untuk menentukan kuota Olimpiade belum selesai,” ujar Djoko.

Dirdja mengatakan program latihan tim angkat besi tetap berjalan meski dalam kondisi tertekan akibat pandemi. Tentu saja ada penyesuaian untuk mengatasi rasa bosan para atlet, di antaranya dengan mengadakan sesi curah pendapat dan memasang layanan televisi berlangganan di kamar atlet.

Sejumlah atlet, seperti Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, dan Juliana Klarissa, rajin mengunggah aktivitas latihan mereka yang kerap diselingi canda di akun media sosial masing-masing. Menurut Dirdja, para atlet paham terhadap kondisi yang mengharuskan mereka tetap tinggal di lokasi latihan. “Waspada tapi tetap fokus latihan,” kata Dirdja.

Pandemi juga mengubah agenda pemusatan latihan tim bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur. Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia membatasi akses publik ke arena itu. Kontingen berisi 24 pemain serta pelatih yang pulang dari turnamen All England di Inggris pada 15 Maret lalu langsung menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Juara ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, yang datang dua hari kemudian, melakukan hal serupa. 

Para atlet bulu tangkis akhirnya menjalani latihan mandiri tanpa bisa lagi mengikuti turnamen untuk mengumpulkan poin. Pandemi memaksa Federasi Bulu Tangkis Dunia membekukan semua turnamen dan daftar peringkat pemain. Padahal pemeringkatan itu menjadi syarat kualifikasi ke Olimpiade. Tim bulu tangkis Indonesia telah memiliki 11 pemain di lima nomor yang dipastikan lolos ke Olimpiade. 

Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia juga terpaksa memulangkan para atletnya, termasuk sprinter Lalu Muhammad Zohri, yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade. Zohri lolos kualifikasi setelah mencetak waktu 10,03 detik di nomor 100 meter di Grand Prix Osaka, Jepang, pada Mei tahun lalu. Latihan Zohri di kampung halamannya di Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga terus dipantau pelatihnya, Eni Nuraini. 

Pagebluk akibat virus corona yang melanda lebih dari 180 negara itu membuat Olimpiade yang semula digelar pada 24 Juli-9 Agustus di Tokyo, Jepang, akhirnya ditunda. Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) awalnya yakin kompetisi tetap bisa digelar tahun ini. 

Di tengah usaha mengatasi wabah, Jepang masih ngotot menyiapkan fasilitas olahraga Olimpiade. Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo dan Presiden IOC Thomas Bach pun mempromosikan Olimpiade yang bakal digelar pada musim panas di Tokyo sebagai tanda kemenangan mengatasi pandemi.Agenda itu buyar setelah wabah penyakit merajalela. Jepang dan IOC pun menghadapi perlawanan dari para atlet, federasi olahraga, hingga pakar kesehatan yang menuntut Olimpiade dijadwal ulang. Apalagi sejumlah ajang olahraga internasional dan liga sepak bola di Eropa sudah dihentikan.

Kanada menjadi negara pertama yang memutuskan tidak mengirimkan atletnya ke Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo. Pertimbangannya adalah keamanan para atlet dan warga dunia dari risiko penularan. “Ini bukan cuma masalah kesehatan para atlet, tapi kesehatan publik,” demikian pernyataan yang dirilis Komite Olimpiade Kanada pada 22 Maret lalu. 

Hal serupa dilakukan Australia. Brasil dan Jerman juga meminta Olimpiade ditunda. Amerika Serikat pun akhirnya mendesak IOC untuk menangguhkan ajang itu. Abe melunak. Dalam komunikasinya dengan Bach lewat telepon, seperti dilaporkan New York Times pada 24 Maret lalu, Abe meminta waktu penundaan selama setahun. Bach setuju. 

Menurut Raja Sapta Oktohari, perubahan jadwal Olimpiade yang diundur hingga setahun bisa menjadi bonus bagi tim Indonesia. Dengan masa persiapan yang lebih panjang, hasil yang didapat nanti bisa lebih baik. “Pandemi ini memang mengubah banyak hal dalam latihan para atlet Olimpiade, tapi saya yakin masih ada waktu yang cukup untuk mematangkan persiapan mereka,” tuturnya. 

Saat ini ada 18 atlet Indonesia dari lima cabang olahraga yang sudah lolos kualifikasi Olimpiade. Kelima cabang olahraga itu adalah bulu tangkis, angkat besi, memanah, menembak, dan atletik. Okto mengatakan masih ada peluang tambahan atlet lagi karena agenda olahraga dunia juga disesuaikan. “Termasuk renang, yang kemungkinan besar mendapat wildcard,” katanya. 

Meski Olimpiade ditunda, menurut Okto, IOC menjamin status para atlet yang sudah lolos kualifikasi tetap aman. Saat ini kuota para atlet yang terisi sudah mencapai 57 persen. Olimpiade ini diperkirakan diikuti sekitar 11 ribu atlet. “Tidak ada pilihan, latihan masih terbatas karena pandemi,” ujar Okto. “Ketika semua berkumpul pada 2021 di Tokyo pasca-pandemi, kita berharap Olimpiade menjadi simbol keberhasilan mengatasi masa-masa sulit.”

GABRIEL WAHYU TITIYOGA
2020-07-09 05:50:14

Bulu Tangkis Covid-19 Olimpiade Pelatnas Angkat Besi

Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.