Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Regulasi Baru Penjegal Mercedes

Dominasi tim Mercedes dalam tiga tahun terakhir dianggap dapat merusak citra Formula 1. Regulasi diubah agar lomba kian terbuka.

i

KEPALA tim Red Bull, Christian Horner, menilai balap mobil Formula 1 mulai membosankan. Horner berpendapat dominasi tim Mercedes dalam tiga tahun terakhir membuat cabang olahraga ini kehilangan gereget. "Kalau penonton kecewa, jangan salahkan mereka," katanya kepada ESPN, dua pekan lalu.

Otoritas Formula 1 merasakan hal serupa. Agar tak ada lagi tim terlalu dominan pada musim ini, pelbagai aturan pun diubah, mulai dari dimensi mobil, tenaga mesin, hingga ukuran ban. Regulasi baru itu diterapkan mulai seri perdana, Grand Prix Australia, 26 Maret mendatang. "Saya ingin perubahan. Saya tak ingin melihat Mercedes terlalu dominan," ucap bos Formula 1, Bernie Ecclestone, kepada Sky Sports di Barcelona, Spanyol, dua pekan lalu. Ia merasa tim asal Jerman itu sudah cukup menguasai balapan dalam tiga tahun terakhir.

Hasil perubahan regulasi itu mulai terlihat pada sesi latihan pramusim di Sirkuit Barcelona, dua pekan lalu. Dua pembalap tim Ferrari, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel, membukukan waktu terbaik. Di belakang mereka, ada duet pembalap tim Mercedes, Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton.


Dari 22 pembalap yang tampil dalam sesi latihan resmi itu, hanya Raikkonen yang mampu menembus waktu di bawah 1 menit 19 detik. "Ferrari perlahan mulai bisa mengejar Mercedes. Hasil di Barcelona membuat kami lebih optimistis menghadapi musim ini," ujar Raikkonen.

161862446960

Dominasi tim Mercedes dimulai sejak diberlakukannya aturan baru pada 2014. Tim yang dibela Lewis Hamilton dan Nico Rosberg itu memenangi 51 dari 59 lomba dalam tiga musim balap. "Ini yang membuat orang merasa bosan. Sebab, mudah ditebak siapa start di depan dan siapa bakal juara," kata Christian Horner.

Para penggemar balap jet darat ini boleh-boleh saja merasa bosan lantaran hasil lomba mudah ditebak, tapi tidak begitu dengan para pembalap dan tim. Mereka justru merasa tertantang ketika ada satu tim yang jauh lebih unggul. Dengan begitu mereka berusaha mengatasi ketertinggalan itu. "Saya bisa mengerti mengapa orang mulai merasa bosan dengan Formula 1," ucap Cyril Abiteboul, bos tim Renault Sport Racing.

Menurut dia, tim Mercedes juga tak bisa disalahkan. Mereka melakukan riset dengan baik untuk menghasilkan mobil yang sangat kompetitif. "Kami yang harus mengejar mereka," ujarnya.

Mantan pembalap McLaren, Jenson Button, sepemikiran dengan Abiteboul. Menurut pembalap Inggris ini, tim Mercedes telah mematok standar tinggi dalam Formula 1. "Memang memalukan bagi kami. Tapi tim Mercedes sama sekali tak bisa disalahkan," katanya.

Dalam tiga musim terakhir, mobil Mercedes terlalu sulit dikalahkan. Kepala teknik tim F1 Williams, Pat Symonds, melihat beberapa perubahan dalam regulasi musim balap 2017 akan membuat peta kekuatan kembali berimbang. Salah satu faktor penting adalah ban.

Pirelli tahun ini akan menyuplai ban dengan jenis karet berbeda. Menurut Symonds, perubahan itu yang akan menutup celah antara mobil Mercedes dan lainnya. "Pirelli akan menyediakan ban yang dapat membuat pembalap tampil hingga batas kemampuannya," ucap Symonds kepada situs Formula 1.

Ban Pirelli dengan tapak lebar diyakini lebih dapat diandalkan. Daya cengkeram pada aspal menjadi lebih menggigit dan catatan waktu yang dibukukan pembalap bisa lebih cepat. Permukaan ban juga tak mudah mengelupas sehingga daya tahannya lebih lama. Imbasnya, jumlah pit stop bisa dikurangi.

Nantinya lomba yang biasanya membutuhkan dua kali masuk pit stop bisa berlangsung hanya dengan satu kali masuk pit stop. Artinya, strategi pit stop untuk memenangi lomba bisa dikurangi. "Lomba akan ditentukan oleh keahlian pembalap dan performa mobil," ujar Symonds.

Meski dominasi satu tim dituding sebagai hal negatif, Presiden Federasi Otomotif Dunia (FIA) Jean Todt justru melihat sebaliknya. Ia menganggap dominasi salah satu tim adalah bagian dari keindahan balapan. "Apakah orang sudah lupa dengan sejarah Formula 1? " ucap Todt kepada MTV Sport Finlandia. "Dominasi dalam olahraga otomotif, atau olahraga apa pun, adalah bagian dari olahraga itu. Jadi seharusnya tak ada masalah."

Todt mengatakan 50 tahun lalu tim Lotus dengan Jim Clark dan Colin Chapman yang mendominasi lomba Formula 1. Lalu ada tim Williams, McLaren, Ferrari, Red Bull, dan kini Mercedes. "Daripada hanya berbicara soal dominasi, lebih baik kita dorong tim lain memperbaiki kinerjanya," ucap Todt.

Perubahan regulasi tahun ini adalah yang terbesar dalam dua dekade terakhir. Perubahan itu membuat setiap tim harus kembali merancang ulang mobil mereka, terutama sistem aerodinamika. Artinya, setiap tim berangkat dari nol dalam mendesain ulang mobil Formula 1.

Meski perubahan regulasi pada musim ini dapat merugikan tim Mercedes, petinggi Daimler sebagai induk Mercedes, Dieter Zetsche, tak mempermasalahkannya. Ia justru menyambut baik kompetisi yang diprediksi bakal berlangsung ketat. "Tentu saja saya senang jika lomba berlangsung ketat," ujar Zetsche kepada stasiun televisi Inggris, Channel 4. "Saya ingin melihat tim Mercedes menjadi juara dunia dengan hanya selisih satu poin."

Lengkingan suara mesin mobil Formula 1 segera memecah kesunyian sirkuit Melbourne, Australia, pada akhir pekan ini. Sebanyak 22 pembalap akan berlaga. Akankah perubahan regulasi mampu mematahkan dominasi tim Mercedes? "Mercedes memiliki paket tim yang sangat komplet dan kompetitif. Itu sebabnya perubahan regulasi tahun ini diperlukan dan akan sangat penting bagi lomba," ucap Fernando Alonso, dua kali juara dunia yang tahun ini membela tim McLaren-Honda.

Firman Atmakusuma (theodysseyonline, Skysports, Autoweek)


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161862446960



Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.