Nasional 4/11

Sebelumnya Selanjutnya
text

Monyet terkena aids

Beberapa perusahaan penerbangan menolak mengangkut monyet indonesia ke luar negeri. akibatnya, ekspor monyet seret. menurut pbb, ada beberapa jenis monyet terkena aids & mengimbau iata melakukan embargo.

i
Monyet Terkena AIDS Ekspor monyet Indonesia seret. Beberapa perusahaan penerbangan menolak mengangkutnya ke luar negeri. MEMANG bukan lelucon kalau ada monyet mengidap virus AIDS. Ini peringatan WHO, badan kesehatan PBB. Karena itu, berdasarkan imbauan IATA (perhimpunan maskapai penerbangan internasional), beberapa perusahaan penerbangan di Jakarta terpaksa melakukan embargo terhadap ekspor monyet. Dari Indonesia, setiap tahun 16.000 monyet diekspor ke beberapa negara. Sepertiga di antaranya dibeli oleh sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat. Itu hampir semua dari jenis Macaca fascicularis asal Sumatera, yang populasinya membengkak dan sering mengganggu penduduk. Harganya, seekor 50 dolar AS. Akhir tahun lalu, bibit penyakit berbahaya itu ditemukan pada monyet asal Filipina, yang diimpor sebuah lembaga riset di AS. Penemuan itu disampaikan ke markas IATA di Jenewa. Kemudian memo segera disebarkan IATA ke semua maskapai penerbangan anggotanya untuk melakukan embargo pengiriman tiga jenis monyet: Cynomologus, African Green, dan Rhesus Monkeys. Monyet Indonesia kebanyakan dari jenis Cynomologus atau Macaca fascicularis. Jenis ini juga disebut Crabeating monkey alias monyet pemakan kepiting. Pernah, 15 tahun lampau, ditemukan virus Ebola -- yang mengakibatkan persentase kematian 50% pada manusia yang terinfeksi -- pada monyet asal Afrika. Virus ini bisa disebut sebagai virus AIDS II. Sedangkan memo WHO tersebut berupa imbauan, dan virus dimaksud baru disebut "sejenis Ebola" (Ebola-like). Tapi Ebola-like, konon, juga ditemukan pada sekitar 10-20% monyet eks Indonesia. Agaknya, WHO dan IATA tidak mau ambil risiko. Maka, sejak Maret silam, ekspor monyet Indonesia seret. Namun Garuda, yang sejak bulan lalu melakukan embargo, tidak merasa rugi. Padahal, biasanya, per bulan mengangkut 500-800 kg monyet. Menurut Soenarjo, Direktur Niaga Garuda, nilai pengangkutan monyet tidak seberapa dibandingkan dengan garmen. Maskapai penerbangan Belanda, KLM -- yang sejak 1979 mengangkut monyet 500-1.000 kg per minggu -- setelah melakukan embargo, tidak merugi. "Kami bisa menggantinya dengan komoditi lain," ujar A.B. Vos, manajer pemasaran KLM. Sedangkan Lufthansa, maskapai penerbangan Jerman -- yang selama ini melayani ekspor monyet dari tiga perusahaan -- tak bisa menghitung persis berapa kerugiannya. Selama ini, ujar seorang petugasnya di Jakarta, Lufthansa mengangkut rata-rata 200 kg monyet per minggu. Itu dari satu perusahaan saja. Tarifnya 9,8 dolar per kg. JAL, maskapai penerbangan Jepang, juga rugi. Tarif JAL berbeda untuk mengangkut monyet ke beberapa tujuan: Tokyo 6,5 dolar AS, New York 4,69 dolar, Seattle 7,08 dolar, Moskow 10,23 dolar per kg. "Bayangkan, berapa kerugian kami kalau New York menyetop pengiriman 200 kg per minggu," kata Tommy Murdianto, petugas cargo JAL. Selama 20 tahun ini, di Jepang, beberapa perusahaan farmasi menggunakan monyet pemakan kepiting untuk meneliti dan menguji bio-medis, serta pengembangan obat-obat baru. Setahun dibutuhkan rata-rata 3.000 ekor. "Kami sedang menunggu pencairan itu," kata Yasuo Kawanishi, Presdir Research Primates di Tokyo, importir utama monyet Indonesia. Akibat embargo, ada tiga eksportir monyet kelabakan, yaitu Primaco, Primatex, dan Inquitex. Tahun ini Primaco, misalnya, akan mengirim 8.000 ekor. "Kalau embargo itu tidak juga dicairkan, dalam tempo 6 bulan kami bisa bangkrut," ujar Haji Jaka Andarusman dari Primaco. Walau begitu, Jaka -- yang sudah 20 tahun bergelut dengan hewan ini -- masih optimistis monyet-monyetnya bisa diterbangkan lagi. Sebab, katanya, selebaran WHO itu imbauan, sedangkan soal virus "sejenis Ebola" memang baru sinyalemen saja. Laporan Seiichi Okawa (Tokyo), Y. Suryoatmodjo, Sri Pudyastuti, dan Leila Chudori (Jakarta)

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836711556



Nasional 4/11

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.