Nasional 7/11

Sebelumnya Selanjutnya
text

Galang, dalam kenangan

Suka duka pengungsi vietnam di kanada. hidup dalam kondisi yang layak dan ada yang sukses. ada yang mengangap pulau galang sebagai pulau kenangan. ada sekitar 15.000 pengungsi vietnam di kanada.

i
TIEN Nguyen, 28 tahun, menunjukkan foto sebuah rumah kecil beratap seng. Ada tulisan "Barber Shop" di situ. "Ini tempat usaha saya waktu di Pulau Galang dulu. Saya beli dengan harga Rp 50.000 dari uang pinjaman teman saya," katanya. Dengan lancar kini Tien Nguyen bisa bercerita tentang "rumahnya" di Galang dulu, yang dihuninya sekitar setahun, sampai akhir 1984. "Langganan saya dulu banyak. Bukan cuma sesama pengungsi. Bahkan Pak Kapten dan staf militer lainnya juga cukur di tempat saya. Tarif saya murah, cuma Rp 500," ujar Tien Nguyen, yang sejak November 1984 menetap di Kanada. Tien berasal dari Saigon, anak tertua dari delapan bersaudara, enam di antaranya wanita. Ayahnya meninggal ketika ia berusia 14 tahun. "Kami dari keluarga miskin," ujarnya. Karena itu, Tien selalu membantu ibunya bekerja apa saja selepas sekolah. Ketika Vietnam Utara mengalahkan Vietnam Selatan, Tien masih di SMA kelas terakhir. Pemerintah Vietnam Utara melarangnya bersekolah. Tien dan teman-teman senasib diwajibkan bekerja untuk membangun Vietnam kembali. Tien kemudian belajar menjadi tukang cukur, pekerjaan ayahnya. "Tapi hidup kami susah dan selalu dalam ketakutan. Masa depan suram," kata Tien. Kemudian seorang teman mengajaknya minggat dari Saigon. "Ada kapal cukup besar. Bisa membawa kita dari Vietnam," kata Tien, menirukan ucapan temannya. Ibunya bahkan merestui kepergiannya. "Pergilah. Cari tempat yang banyak memberi harapan," demikian ibunya mendorong anak laki-lakinya. Tien mau pergi kalau salah seorang adiknya ikut serta. Dung, adik perempuan yang usianya waktu itu 13 tahun, boleh ikut pergi. Suatu malam, 25 Oktober 1983, Tien, Dung, bersama 95 orang lainnya meninggalkan Saigon. Kapal yang berukuran 11 x 4 meter itu melaju ke selatan. "Saya tak membawa apa-apa selain tekad untuk mencari negeri harapan," ujarnya. Pelayaran berjalan lancar dan tak mengalami hambatan apa-apa, selain kekurangan makan dan minum atau ditempa badai. Pada 21 November, mereka mendarat di Pulau Kuku, Indonesia. Satu bulan di Pulau Kuku, sebuah kapal lain yang lebih besar datang menjemput. Ternyata mereka dibawa ke Pulau Galang. Mereka ditempatkan di barak Galang II. "Di pulau itu saya dapat ransum nasi, daging, dan sayuran. Kompor tidak banyak. Jadi, kami harus memilih teman, biasanya kira-kira lima orang per kelompok." Menurut Tien, perkelahian sudah jadi acara sehari-hari, gara-gara mencuri makanan atau soal cemburu. Terkadang juga terjadi perkosaan. "Kami disodori formulir untuk memilih negeri mana yang kami sukai. Saya pilih Kanada. Amerika? Tidak bisa, karena tak ada keluarga di sana," kata Tien. Berdasarkan prinsip kemanusiaan, Kanada memang mau menampung pengungsi. Selama di Galang, oleh UNHCR (Komisi Tinggi PBB untuk Masalah Pengungsi) para pengungsi itu dididik dan disiapkan sebelum tiba di negeri barunya. Enam bulan pertama mereka belajar bahasa Inggris. Enam bulan kedua keterampilan lain, seperti perbengkelan atau mengetik. Saat itulah Tien membuka kedai cukurnya. Setelah nenunggu 13 bulan dan lulus tes kesehatan, Tien dan Dung, adiknya, berangkat menuju Kanada pada 7 November 1984. Di Kanada mereka ditampung di kamp penampungan pengungsi selama satu tahun. Mereka masih harus belajar bahasa Inggris lagi selama enam bulan. Dari perkumpulan "Mosaic", organisasi sosial yang menampung pendatang baru dari berbagai negara, mereka diajari bagaimana mencari pekerjaan di Kanada. Sejak Januari 1986 Tien bekerja di bengkel yang membuat alat-alat mesin. Karena ingin lebih maju, ia mengambil kursus komputer malam hari di British Columbia Institute of Technology. Kini, tetap di kantor yang sama, ia bekerja sebagai supervisor di computer programming. Tien belum berniat untuk berkeluarga. "Dung, yang kini di tingkat 12 (SMA), tinggal dengan saya. Gaji saya setahun di atas 20.000 dolar. Sering saya kirim uang untuk Ibu. Tapi saya bahagia sekarang. Bahkan saya sedang mengusahakan agar Ibu dan adik-adik datang ke Kanada atas dasar family reunion. Saya masih menunggu," kata Tien, yang bersama Dung menyewa rumah berkamar dua di kawasan timur Vancouver. Seorang teman mereka, Thuy, yang profesinya tukang kayu, ikut tinggal di situ. Ketika TEMPO menanyakan kesannya tentang Pulau Galang, "Panas waktu siang, dan malam sangat dingin. Tikus banyak sekali di Galang." Tien kemudian menyodorkan dua albumnya. Sebagian berisi foto-foto keluarganya di Vietnam, yang lain gambar Tien dan Dung ketika berlibur ke Los Angeles dan Meksiko. Ada juga sederetan foto kenang-kenangan ketika mereka masih di Pulau Galang. Tien dan Dung berpose di dekat patung Bunda Maria di gereja. Ada juga gambar mereka bermain di pantai. "Kami cuma bisa berfoto di tempat yang bagus-bagus saja. Foto di barak tidak boleh," ujarnya pula. Ketika ditanya kemampuan bahasa Indonesianya, Tien cuma ingat "aduh". Saat ini, menurut Tien, kira-kira ada seratus orang eks Pulau Galang yang bermukim di Vancouver dan mengenyam hidup layak. Seorang di antaranya adalah Thuy Tham, gadis berusia 32 tahun. "Apa kabar? Bila tiba Kanada?" serunya ketika TEMPO menghubunginya Senin pagi pekan ini. Thuy bekerja di pertambangan emas di Chilliwack. Ia fasih berbahasa Indonesia karena berjualan sayur-mayur hasil para pengungsi dan makanan kaleng kepada penduduk setempat. Ketika ditanya tentang Galang, dengan spontan ia menjawab, "Tikus! Tikus banyak sekali. Lebih banyak dari manusia." Sayang, ia tak dapat bercerita banyak. "Maaf, saya harus bekerja," katanya. Menurut Tien Nguyen, ada sekitar 15.000 manusia perahu yang bermukim di Provinsi British Columbia, Kanada. Mereka tetap mengadakan acara-acara adat Vietnam, berikut festivalnya seperti Moon Festival. Selain itu, ada juga pelayanan untuk kelompok Cina Vietnam atau gereja Vietnam yang khotbahnya berbahasa Vietnam. Toeti Kakiailatu (Vancouver, Kanada)

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836426622



Nasional 7/11

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.