Teror Dahulu, Somasi Kemudian
Senin, 16 Maret 2015

Telepon gelap itu diterima Hafid Abbas pada Kamis pekan pertama Februari lalu. Si penelepon, yang mengaku perwira polisi yang bertugas di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, mendesak Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini mencabut pernyataan bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia ketika polisi menangkap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto.
Dia juga memaksa Hafid meminta maaf lewat media mas
...
Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.
Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini