Nasional 3/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Aneka Jalan Memulangkan Buron

Otoritas Kolombia memberi jalan mudah buat pemulangan Muhammad Nazaruddin ke Indonesia: deportasi. "Setelah semua persyaratan yang diminta pemerintah Kolombia dipenuhi," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Selain deportasi, sebetulnya ada beberapa jalan memulangkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Pertama, ekstradisi. Pilihan ini memakan waktu karena dilakukan setelah proses hukum. Meski kedua negara tak memiliki perjanjian ekstradisi, jalan ini bisa ditempuh, menurut Rachmat Budiman—Direktur Perjanjian Politik, Keamanan, dan Kewilayahan Kementerian Luar Negeri—berdasarkan hubungan baik dan jaminan resiprositas. Asas ini digunakan Indonesia, kata Rachmat, ketika memulangkan buron Rumania pada awal tahun ini.

i

Otoritas Kolombia memberi jalan mudah buat pemulangan Muhammad Nazaruddin ke Indonesia: deportasi. "Setelah semua persyaratan yang diminta pemerintah Kolombia dipenuhi," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Selain deportasi, sebetulnya ada beberapa jalan memulangkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Pertama, ekstradisi. Pilihan ini memakan waktu karena dilakukan setelah proses hukum. Meski kedua negara tak memiliki perjanjian ekstradisi, jalan ini bisa ditempuh, menurut Rachmat Budiman—Direktur Perjanjian Politik, Keamanan, dan Kewilayahan Kementerian Luar Negeri—berdasarkan hubungan baik dan jaminan resiprositas. Asas ini digunakan Indonesia, kata Rachmat, ketika memulangkan buron Rumania pada awal tahun ini.

Jalan kedua, menggunakan Konvensi Internasional Antikorupsi (UNCAC), yang diratifikasi kedua negara. Konvensi itu memungkinkan ekstradisi pada dua negara yang tak memiliki perjanjian. Tapi jalan ini pun memakan waktu panjang. "Melalui pengadilan yang sesuai dengan protokol ekstradisi, bisa sampai enam bulan," kata Kepala Kepolisian Yudisial Kolombia, Jenderal Carlos Mena.


Menurut Rachmat, selain konvensi antikorupsi, Konvensi Internasional Melawan Kejahatan Transnasional juga bisa dijadikan dasar ekstradisi. "Selebihnya adalah pertimbangan hubungan baik dua negara," kata dia.

161819603349

Ahli hukum pidana internasional Romly Atmasasmita mengatakan, proses ekstradisi harus menjalani proses yudisial di negara tempat buron ditangkap. Negara itu berhak mengetahui kejahatan sang buron secara detail, serta bisa menafsirkan sendiri berdasarkan kepentingan mereka.

Contoh ekstradisi yang memakan waktu lama adalah pemulangan Adrian Kiki Irawan, terpidana pengemplang dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Adrian mengajukan banding di pengadilan Australia atas proses ekstradisi yang diminta Indonesia. Jadwal putusan yang seharusnya pada Juni lalu molor hingga September mendatang. Adrian divonis seumur hidup dalam sidang in absentia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2002. Mantan Direktur Bank Surya ini tertangkap polisi Australia pada 2008.

Selain aturan itu, ada negara-negara yang punya kekhususan soal ekstradisi. Singapura, misalnya. Meski turut meratifikasi konvensi antikorupsi, negara itu tidak akan mengekstradisi buron korupsi. Seorang buron korupsi baru bisa diekstradisi hanya jika memiliki perjanjian bilateral atau sesama negara Persemakmuran.

Cara lain memulangkan buron adalah melalui jalur Interpol. Biasanya, cukup dengan serah-terima buron antarinstitusi polisi kedua negara. Hal ini, kata Romly, pernah dilakukan Indonesia untuk buron Amerika Serikat yang tertangkap di Bali. "Dikasih begitu saja," ujar guru besar hukum Universitas Padjadjaran ini.

Dalam kasus Nazaruddin, cara paling cepat buat memulangkannya adalah deportasi. Selain karena pelanggaran keimigrasian, seorang buron bisa dideportasi dengan sejumlah syarat. Normatifnya, negara asal harus melengkapi alasan-alasan hukum yang berkaitan dengan perkara hukumnya. Kolombia pun meminta pemerintah Indonesia menyertakan surat permintaan resmi.

Tito Sianipar


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161819603349



Nasional 3/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.