Nasional 5/9

Sebelumnya Selanjutnya
text

Andi Syamsudin Arsyad:
Saya Bukan Preman

i

DI Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Haji Andi Syamsudin Arsyad, 33 tahun, adalah sosok yang nyaris tak tersentuh. Hampir semua pengusaha batu bara menyebut namanya dengan hati-hati—sebagian karena takut, yang lain karena segan. Kepada Tempo, yang menemuinya di griya tawang Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu, Haji Isam—begitu pemilik PT Jhonlin Baratama ini biasa disapa—menanggapi semua tudingan miring yang ditujukan kepadanya.

Anda dituduh sebagai dalang di balik kriminalisasi sejumlah pengusaha batu bara di Kalimantan Selatan….

Saya bingung, kok bisa ribut begini? Saya sampai datang menemui Haji Amir Nasarudin (pemilik PT Baramega Citra Mulia Persada, yang didakwa menambang liar) di penjara. Saya tanya dia, ”Kok, saya dituduh menyerobot lahan tambang Pak Haji Amir?” Dia ternyata sama bingungnya. Dia mengakui kesalahannya, menambang di kawasan hutan lindung. Dia tidak ada masalah, kok orang lain pada ribut?

Bagaimana dengan lahan tambang KUD Gajah Mada, yang Anda kuasai setelah Haji Bachrullah masuk penjara?

161814714151

KUD Gajah Mada itu milik masyarakat, bukan milik Haji Bachrullah. Dia hanya manajer, bukan pemilik. Pengurus KUD Gajah Mada yang membuat perjanjian dengan PT Jhonlin Baratama. Lagi pula, kami hanya kontraktor. Izin usaha pertambangannya tetap atas nama koperasi itu.

Jadi bukan Anda yang menggerakkan polisi?

Siapa sih yang bisa menggerakkan polisi? Tidak ada. Kalau disebut kenal, ya memang saya kenal. Siapa sih pengusaha yang tidak mau kenal dengan polisi?

Anda disebut-sebut dekat dengan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, bahkan Anda pergi umrah bersama pada Februari lalu….

Saya kenal, tapi tidak dekat. Waktu itu kebetulan saja satu pesawat, tapi biro perjalanan kami berbeda. Kami menginap di hotel yang berbeda dan pulangnya dengan pesawat berbeda. Beliau di Intercontinental Hotel, saya di Zamzam Hotel. Saya naik Singapore Airlines, beliau naik Garuda lagi. Kami bayar sendiri-sendiri.

Tapi kode booking tiket berangkat Anda sama dengan Jenderal Bambang?

Saya tidak tahu.

Perkembangan bisnis Anda luar biasa. Lima tahun lalu Anda bukan siapa-siapa, sekarang Anda pengusaha batu bara papan atas di Kalimantan….

Sebenarnya usaha saya biasa-biasa saja. Saya ini cuma kontraktor. Orang hanya tahu alat berat milik saya ratusan, saya beli ini beli itu, tapi mereka tidak tahu berapa pinjaman saya di bank. Saya pernah mendapat penghargaan dari Bank Syariah Mandiri karena tidak pernah terlambat sehari pun membayar kredit. Jadi, saya mau investasi berapa pun, bank percaya.

Di Tanah Bumbu, Anda pernah dikenal sebagai preman?

Menurut saya, sih, saya bukan preman. Tapi terserah orang lain menilai seperti apa.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161814714151



Nasional 5/9

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.