Memoar 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pilih Golkar atau Bui

Sarwono Kusumaatmadja digiring masuk ke Golkar setelah menjadi aktivis kampus. Soeharto memintanya menjadi sekretaris jenderal partai.  

i Sarwono Kusumaatmaja (kiri) bersama Rahman Tolleng (tengah) dan Rachmat Witoelar, di Jakarta, 2000./Dok.Tempo/Fernandez H
Sarwono Kusumaatmadja (kiri) bersama Rahman Tolleng (tengah) dan Rachmat Witoelar di Jakarta, pada 2000. Dok.Tempo/Fernandez H.
  • Sarwono Kusumaatmadja menjadi aktivis sejak kuliah di ITB. .
  • Ia diminta menjadi calon anggota DPR untuk Golkar oleh Pangdam Siliwangi.
  • Sarwono diintai oleh intelijen untuk pencalonan Sekretaris Jenderal DPP Golkar. .

SAYA memilih kuliah di Institut Teknologi Bandung, Jurusan Teknik Sipil. Pilihan tersebut saya jatuhkan karena sifat lama saya: ingin menaklukkan tantangan. Menurut orang-orang yang saya tanyai, ITB adalah kampus yang susah dimasuki, dan Teknik Sipil adalah jurusan yang paling sulit, banyak dosen killer. Di kampus tersebut, saya bertemu kembali dengan kawan semasa belajar di Sekolah Menengah Atas Kolese Kanisius, Jakarta, Wimar Witoelar. Dia bela

...

Reporter Nur Alfiyah - profile - https://majalah.tempo.co/profile/nur-alfiyah?nur-alfiyah=163197665185


Politik Soeharto Wimar Witoelar Sarwono Kusumaatmadja Presiden Soeharto Partai Golkar ITB

Memoar 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.