Luar Negeri 1/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

"saya setia pada presiden"

Wawancara tempo dengan fidel ramos tentang tuduhan miriam santiago. uang pnb untuk dana kampanye, hubungan dengan marcos, tuduhan mengkudeta cory, penduduk minoritas islam, amnesti untuk mnlf.

i
MEWAWANCARAI calon yang telah merenggut hampir 62% dari seluruh suara sampai Senin pekan ini sama saja dengan mewawancarai seorang presiden. Demikianlah suasana pada Sabtu, 23 Mei, ketika Fidel Ramos menyediakan waktu untuk Leila S. Chudori dari TEMPO, bersama dengan tiga wartawan lain, di Hotel Nikko Manila Garden, di kawasan elite Makati. Berikut adalah jawaban-jawabannya yang sering diucapkannya dengan nada tinggi dan emosional. Miriam Santiago kini sedang berpuasa untuk memprotes adanya kecurangan. Apa komenter Anda? (Tertawa) Ya, saya harus bilang apa? Saya harap ia sehat-sehat saja. Ia sedang menempuh risiko yang sungguh berbahaya untuk kesehatannya. Tapi, sungguh, saya tak tahu harus memberi komentar apa. Betulkah tuduhan bahwa Anda menggunakan uang bank pemerintah Philippines National Bank (PNB) atas persetujuan Presiden Aquino untuk keperluan kampanye? Itu sudah diklarifikasi oleh para pejabat pemerintah. Kami tak pernah menerima uang dari PNB. Itu sudah saya sangkal dan sekarang sekali lagi saya sangkal. Banyak kritik terhadap masa lalu Anda. Mengapa berbalik menentang Marcos pada saat-saat terakhir? Kalau saya cerita tentang itu, bisa makan waktu dua hari. Partisipasi saya dalam Revolusi 1986 datang dari hati nurani, karena saya menginginkan adanya reformasi di dalam militer. Saya selalu menginginkan militer Filipina tetap profesional. Saat itu kami punya institusi yang namanya The Philippine Constabulary Police yang sebenarnya pelayanan tentara kepada rakyat. Tapi Marcos sering menyalahgunakan kekuasaan dalam menggunakan pasukan tentara yang saya pimpin itu. Karena itu, diam-diam saya menggabungkan diri dengan para pemberontak dan mengajukan permohonan mengundurkan diri dari jabatan itu. Menteri Pertahanan Enrile sendiri yang mengajak saya bergabung dalam kelompok perlawanan itu dengan cara menelepon saya. Lalu saya jawab, "Saya mendukung Anda." Sejarah pun kemudian terjadi. Miriam dan RAM mengatakan Anda pernah ikut dalam komplotan Enrile mengudeta Cory. Tapi pada saat terakhir Anda mundur. Tidak, tidak. Cerita itu selalu diungkit kembali. Tuduhan itu telah saya sangkal beberapa tahun lalu. Saya memberikan kesaksian di muka komisi penyelidik yang transkripsinya sekarang bisa dibaca umum. Kenapa saya harus mengudeta presiden saya sendiri? Sejak 1986 saya selalu menunjukkan kepatuhan pada UU dan setia pada presiden. Masyarakat Indonesia selalu tertarik kepada apa yang akan Anda lakukan terhadap penduduk minoritas Islam di Filipina. Dalam hal ini kami lebih siap. Lihat nama partai kami, yakni National Union Christian Democrats (NUCD), yang punya "saudara" UMD (United Moslem Democrats). Itu bukan partai yang mendadak dibentuk dan kemudian bergabung dengan kami pada detik-detik terakhir. NUCD dan UMD mempunyai program-program yang harmonis dalam membangun daerah-daerah muslim. Apakah akan ada amnesti pada pemberontak MNLF dan yang lain? Kami sudah menyusun program yang namanya Rekonsiliasi dan Pembangunan Nasional, yang dimulai pada 1987, yang tak hanya berlaku untuk MNLF. Sampai sekarang telah ada sekitar 12.000 orang pemberontak kiri dan ekstrem kanan yang telah menyerahkan diri. Saya akan melanjutkan program tersebut. Tapi, masih saja ada yang terus melawan dan menyerang pospos tentara. Kami telah mengulurkan tangan untuk bersahabat, tapi itu rupanya sukar diterima mereka.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162052655136



Luar Negeri 1/8

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.