Luar Negeri 2/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

Untung untuk Ceausescu

Terungkap,penjualan senjata buatan uni soviet ke rumania di masa pemerintahan nicolae ceausescu, di salahgunakan. senjata soviet itu kemudian jatuh ke as. atas jasanya, ceausescu mendapat imbalan.

i
SIAPA kawan siapa lawan memang bisa kabur, bila kemudian urusan uang jadi perhitungan. Dua pekan lalu surat kabar The Washington Post mengungkapkan penjualan senjata Soviet kepada AS lewat Rumania, di masa pemerintahan Nicolae Ceausescu -- diktator yang dieksekusi dalam revolusi Desember lalu. Bila Soviet waktu itu memasok senjata ke Rumania, tentulah tak menduga sekutu komunisnya itu bakal melego senjata tersebut kepada musuh. Tapi jutaan dolar rupanya lebih penting bagi keluarga Ceausescu daripada menjaga rahasia kawan. Harga pengkhianatan itu, kabarnya, dibeli oleh AS sebesar US$ 10 juta. Senjata-senjata Soviet yang kemudian jatuh ke tangan AS, menurut pejabat di Washington, termasuk dalam kategori "sangat penting dan berarti sekali". Karena tak cuma barangnya yang diperoleh, tapi juga informasi yang berkaitan dengan barang itu. Hingga pihak AS tak perlu menyelidiki sendiri sepenuhnya keampuhan senjata Soviet tersebut. Tokoh Rumania yang berperan dalam penjualan gelap ini adalah Letjen. Ilie Ceausescu, saudara kandung sang diktator, pejabat yang mengontrol masalah penjualan senjata, yang kemudian diangkat sebagai deputi menteri pertahanan. Ilie bekerja sama dengan kakaknya, Marin Ceausescu, yang menjadi atase perdagangan Rumania di Wina, Austria, yang melakukan negosiasi dalam setiap transaksi perdagangan senjata itu. The Washington Post juga mengungkapkan sebagian besar uang penjualan, sekitar US$ 8 juta, dipindahkan ke rekening bank milik keluarga Ceausescu di Swiss. Inilah pertama kali adanya konfirmasi soal simpanan dana Ceausescu di Swiss, yang selama ini ramai digunjingkan tapi belum diungkapkan secara jelas. Salah satu rahasia militer berharga yang dijual kepada AS termasuk antiserangan udara paling mutakhir Soviet yang disebut "Shilka". Sistem antiserangan udara ini sangat mudah dipindah-pindahkan, terdiri dari roket peluncur dan sistem radar militer. AS menggunakan perolehan ini untuk menyempurnakan pembuatan pesawat Stealth, yang mampu menghindari deteksi radar lawan. Operasi CIA guna "mencuri" senjata Soviet dimulai pada 1981, dengan sasaran tank T-72. Usaha itu gagal. Pentagon baru memperoleh jenis tank itu baru-baru ini saja, dari sebuah sumber di Timur Tengah, setelah Moskow sudah menarik T-72 dan menggantikannya dengan versi yang lebih canggih.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836551419



Luar Negeri 2/8

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.