Luar Negeri 1/5

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

Yordania Jaringan Terbongkar

Hanya dalam hitungan hari, jaringan teroris Yordania terbongkar. Kepolisian menuding Abu Musab al-Zarqawi, pemimpin perlawanan di Irak, sebagai dalang serangan bom di ibu kota Amman pekan lalu. Jaringan teroris pria kelahiran Yordania ini terbongkar setelah terungkapnya identitas Sajida Mubarak al-Rishawi, 35 tahun, yang tertangkap di lokasi pengeboman. Perempuan ini ternyata adik Samer Mubarak al-Rishawi, tangan kanan Zarqawi yang tewas di Irak awal tahun ini. ”Mereka jaringan Al-Qaidah,” kata Wakil Perdana Menteri Yordania, Marwan Moasher.

Sajida tertangkap setelah gagal meledakkan bom di tubuhnya karena kabel putus. Tapi tiga pelaku lain lolos dan berhasil mengebom Radisson SAS, Grand Hyatt, dan Days Inn, tiga hotel favorit warga asing di Yordania. Jumlah empat pelaku ini sesuai dengan klaim AlQaidah di situs Internet seusai kejadian. Sajida diduga ingin membalas kematian tiga adik laki-lakinya dalam sebuah operasi pasukan militer AS di Irak.


Yordania telah memperketat perbatasan serta mengumumkan RUU antiterorisme baru yang dikeluarkan tahun depan. Raja Yordania Abdullah II memecat 11 penasihat kerajaan, termasuk penasihat keamanan Saad Kheir.

161831352557

Amerika Serikat Dukungan Surut

Kongres Amerika Serikat menohok Presiden George W. Bush. Kubu Demokrat dan Republik menyodorkan proposal tuntutan transisi militer dan politik di Irak pada 2006, disusul penarikan pasukan. Ketua Senat dari kedua kubu, Senator Bill Frist dan John Warner, juga meminta Bush melaporkan perkembangan Irak setiap tiga bulan hingga tahun depan. ”Biarlah Irak mengatasi sendiri masalah mereka,” kata Warner pekan lalu.

Dua tahun lalu, Kongres mendukung invasi Bush ke Irak dengan alasan Presiden Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Kini Kongres berbalik setelah menguatnya pertanyaan publik atas invasi yang dinilai serampangan itu. Apalagi jumlah tentara Amerika Serikat yang tewas telah melampaui titik simbolis 2.000 jiwa, anggaran perang membengkak, dan keamanan Irak memburuk.

Jajak pendapat The Washington Post-ABC News menunjukkan mayoritas warga Amerika yakin Bush berbohong dalam soal invasi. Saat Bush melawat ke Argentina beberapa waktu lalu, bintang sepak bola Diego Armando Maradona dan puluhan ribu orang berunjuk rasa menuding Bush sebagai penjahat perang Irak. Tudingan itu memicu amarah Bush. ”Tuduhan itu tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Israel Omri Bersalah

Pengadilan Israel menyatakan Omri Sharon bersalah atas tuduhan menggalang dana ilegal untuk membiayai kampanye pemilu Perdana Menteri Ariel Sharon. Putusan itu dijatuhkan pada Selasa pekan lalu. Omri adalah anak lelaki tertua Sharon. Omri dan saudaranya, Gilad, membantu sang ayah merebut kemenangan dalam pemilihan umum tahun 1999. ”Omri mengakui semua dakwaan jaksa, tapi memohon hukuman yang lebih ringan,” kata Dan Sheinman, pengacara Omri.

Berdasarkan Undang-Undang Kampanye Pemilu Israel, politisi hanya boleh menggalang dana untuk partai sebesar 800 ribu shekel (Rp 1,7 miliar). Tapi Omri kebablasan. Ia meraup dana kampanye dari pihak ketiga hingga 6 juta shekel (Rp 13 miliar). ”Jumlah yang diperbolehkan undang-undang tidak realistis,” kata Sheinman. Anggota parlemen dari Partai Likud itu terancam hukuman maksimum lima tahun penjara. Tapi biasanya, dalam eksekusi, hukuman menjadi jauh lebih ringan.

Mesir Pemilu Rusuh

Kerusuhan mewarnai pemilihan umum parlemen Mesir, yang dilangsungkan pada Selasa pekan lalu. Kelompok pengawas pemilu melaporkan terjadi intimidasi, penyuapan, dan pendaftaran pemilih palsu di banyak lokasi pencoblosan. Kecurangan ini dilakukan para pegawai negeri agar partai pemerintah (NDP) menang. Seorang perempuan ditembak hingga luka-luka, serta ada kelompok partisan mengamuk selama pencoblosan di Kota Kairo.

Organisasi Independen Mesir untuk Hak Asasi (EOHR) melaporkan, di Atfih, kota di selatan Kairo, para pendukung kandidat NDP melempar batu dan melepas tembakan ke arah pengamat EOHR. Saat itu mereka tengah mencoba menghentikan para pendukung NDP yang memaksa masuk ke tempat pencoblosan. Hingga pekan lalu, NDP berhasil meraih 112 kursi (70 persen) dalam pemilu putaran pertama ini. Organisasi Ikhwanul Muslimin, yang secara resmi tidak ikut pemilu, tampil secara mengejutkan. Mereka berhasil meraih 34 kursi.

Filipina Selatan Tegang

Situasi di Filipina Selatan masih mencekam. Marinir terus memburu kelompok gerilyawan Abu Sayyaf di Pulau Jolo hingga pekan lalu. Perburuan ini memicu pertempuran gerilyawan melawan pasukan elite. Empat tentara tewas dan puluhan luka-luka, sementara korban di pihak gerilyawan tak diketahui. Kalangan intel memperkirakan 25 orang tewas. Pemerintah terpaksa mengungsikan 2.000 warga agar tidak menjadi korban peluru nyasar. ”Kami masih memburu mereka,” kata Brigadir Jenderal Alexander Aleo.

Pertempuran meruyak saat pengejaran panglima perang Abu Sayyaf berlengan satu yang tengah mengendarai kuda di Kota Indanan pada Jumat lalu. Hari-hari berikutnya pertempuran meluas ke Desa Candilamon dan Panamao. Gerilyawan menghujani markas marinir di kedua desa dengan empat mortir. ”Mereka sengaja mengalihkan perburuan di Indanan,” kata juru bicara Komando Wilayah Selatan, Kolonel Domingo Tutaan. Di Pulau Jolo yang terletak 950 kilometer dari Manila inilah Abu Sayaf berbasis. Mereka diduga terkait erat dengan jaringan Al-Qaidah.

Prancis Darurat Tiga Bulan

Parlemen Prancis memperpanjang keadaan darurat hingga tiga bulan setelah negara itu diguncang kerusuhan tiga pekan lalu. Keputusan itu diambil pada Rabu pekan lalu, karena kerusuhan masih terjadi secara sporadis di beberapa wilayah. Pada malam pertama setelah keputusan diambil, tercatat 98 mobil dibakar. Polisi Prancis menyebut kondisi ini ”hampir normal”. Maklumlah, saat kerusuhan sedang panas-panasnya, jumlah mobil yang dipanggang massa bisa mencapai 1.400 dalam semalam.

Kondisi darurat dan pemberlakuan jam malam ditetapkan pada 9 November. Pemerintah Prancis mengambil langkah itu setelah kerusuhan masif pecah pada 27 Oktober gara-gara dua remaja imigran Afrika tersengat listrik di Clichy-sous-Bois, kota kecil di timur laut Paris. Dengan status darurat, polisi diizinkan menggeledah dari rumah ke rumah dan melarang pertemuan publik yang mencurigakan, terutama di wilayah multietnis. Akibat kerusuhan yang masih berlangsung hingga awal pekan lalu, hampir 9.000 mobil hangus. Sejauh ini sudah 3.000 orang ditahan dan diinterogasi.

Amerika Serikat Gairah Melemah

Gara-gara disibukkan oleh perang di luar negeri dan meningkatnya problem domestik seperti pengangguran dan ancaman badai yang tak kunjung henti, figur publik dari sejumlah profesi tak lagi bergairah mendukung negerinya sebagai ”satu-satunya kekuatan adikuasa” di dunia. Tren itu terasa dalam 12 tahun terakhir berdasarkan hasil polling yang dipublikasikan The Pew Research Center pada Kamis lalu.

Penurunan yang cukup berarti sempat terjadi dalam polling serupa pada 1993 dan 1997. Namun tragedi 11 September 2001 mengentalkan kembali nasionalisme Amerika Serikat. Hal itu tercermin dalam berbagai jajak pendapat. Kini, dalam jajak pendapat tahun 2005, hanya kalangan militer yang tetap merasa perlu mempertahankan Amerika Serikat sebagai satu-satunya kekuatan adidaya dunia. Penurunan dukungan terhadap Presiden George W. Bush juga terjadi terutama di kalangan ilmuwan. Berikut hasil lengkapnya:

EKD, RFX, ANB (AP/AFP/Reuters)


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161831352557



Luar Negeri 1/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.