Laporan Khusus 7/9

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dari Jabrik sampai Kinclong  

Tempo selalu berupaya berbahasa dengan tertib dan konsisten. Seandainya bahasa majalah ini menyimpang dari kaidah, justru kaidahnyalah yang lebih layak dipertanyakan.

i Pertemuan antara redaktur, dan reporter saat Majalah Tempo pertama kali terbit di Jakarta, 1971. Dok TEMPO/ Hasanta
Pertemuan antara redaktur, dan reporter saat Majalah Tempo pertama kali terbit di Jakarta, 1971. Dok TEMPO/ Hasanta
  • Tempo ingin tulisannya dibaca dan dipahami sebanyak-banyaknya orang, dari segala kalangan. .
  • Tidak hanya terhadap akronim, terhadap singkatan yang bukan akronim pun Tempo menyatakan penolakan.
  • Redaktur bahasa dikutuk untuk tak boleh salah. .

DIREKSI Tempo memutuskan: “Kepada para karyawan, kini disediakan WTS.” Seorang sekretaris sampai menangis mendengarnya. Tangisnya baru berganti menjadi senyum setelah dijelaskan bahwa WTS itu singkatan dari Wisma Tempo Sirnagalih, tempat peristirahatan milik Tempo di daerah Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Istilah itu muncul dari jajaran redaksi, yang ketika menulis justru menghindari singkatan WTS sebagai eufemisme kata “pelacur

...

Reporter Uu Suhardi - profile - https://majalah.tempo.co/profile/uu-suhardi?uu-suhardi=1632464310100


Celetuk Bahasa Tempo PT Tempo Inti Media | Tempo

Laporan Khusus 7/9

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.