Laporan Khusus 14/16

Sebelumnya Selanjutnya
text

Litigasi tanpa Ingar-bingar

Lima perempuan di berbagai penjuru Tanah Air menjadi motor pencari keadilan bagi masyarakat. Berjuang melestarikan alam lewat pengadilan.

i  Lasma Natalia. TEMPO/Prima mulia
Lasma Natalia. TEMPO/Prima mulia

ANCAMAN dan intimidasi tak menyurutkan langkah lima perempuan muda membela rakyat dan lingkungan melawan korporasi dan ketidakadilan penguasa. Selama bertahun-tahun, mereka konsisten memperjuangkan kelestarian alam di ruang persidangan penjuru negeri.

Advokat asal Bandung, Lasma Natalia Hillo Panjaitan, mendedikasikan waktunya mendampingi masyarakat korban pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat. Selain menjadi penasihat hukum warga desa, ia mengajarkan pengetahuan hukum praktis kepada buruh tani perempuan di sana.

Di Solok, Sumatera Barat, Era Purnama Sari berada paling depan membela hak-hak mereka yang terkena dampak kerusakan lingkungan akibat pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Di Bali, seorang dokter hewan bernama Dwi Suprapti ikut melitigasi kawasan konservasi melawan pemburu dan pedagang ilegal penyu.


Dua puan pembela muncul dari Bumi Cenderawasih. Adolfina Kuum mengadvokasi warga Timika, Papua, yang menderita akibat pencemaran limbah tambang PT Freeport Indonesia. Di Kabupaten Teluk Wondama, Peggy Papuana Sarumi mendampingi penduduk yang menderita akibat Tragedi Wasior pada 2001.

161867198999

Mereka tak patah semangat meski kerap kandas di tengah jalan. Kelimanya terus bertarung meski sepi perhatian publik.


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161867198999


Kartini Perubahan Iklim Hari Bumi

Laporan Khusus 14/16

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.