Laporan Khusus 5/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

Trauma yang Bergerak Lincah antara Lirisisme dan Narativisme

Puisi-puisi Deddy Arsya mengeksplorasi trauma sejarah masyarakat Minangkabau. Deddy mampu bergerak rileks antara masa silam dan masa kini. Ia mampu menguraikan kisah dengan ungkapan-ungkapan padat serta merinci peristiwa dengan citraan-citraan menarik. Ia juga mampu mengolah pengaruh penyair sebelumnya dan menemukan yang khas miliknya.

i Deddy Arsya di Bukittinggi, Sumatera Barat, Desember 2019. Dyan Arsya
Deddy Arsya di Bukittinggi, Sumatera Barat, Desember 2019. Dyan Arsya

PUISI Indonesia sepanjang 2019—terlebih yang telah dibukukan—belum beranjak jauh dari puisi Indonesia tahun-tahun sebelumnya. Banyak penyair masih mengolah bentuk-bentuk yang telanjur mapan, yang memang belum kehilangan pesona. Puisi lirik, misalnya. Sejumlah penyair menggarap puisi-prosa atau puisi naratif atau yang serupa haiku atau yang sekadar jungkir-balik dalam keruwetan metafora. Beberapa dari mereka mengolah kembali bentu

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163244382993



Laporan Khusus 5/8

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.