Laporan Khusus 3/24

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bagai Kakak dengan Adik

Kesan pertama Daniel Lev terhadap Yap Thiam Hien adalah orang yang sederhana, pandai, dan penuh rasa kemanusiaan. Arlene O. Lev menuturkan kembali kenangan persahabatan suaminya dengan Yap.

i

Daniel Saul Lev terbaring lemah di ranjang. Enam bulan sudah lewat sejak dia terdiagnosis kanker paru-paru pada Januari 2006. Kondisi kesehatan profesor emeritus yang mengajar ilmu politik selama 29 tahun di Universitas Washington itu menurun cepat. Di atas ranjang, Dan—begitu Lev biasa disapa—tampak gelisah. Arlene O. Lev menduga pemicu rasa gelisah sang suami adalah buku yang belum rampung dia tulis: biografi Yap Thiam Hien.

Pada 29 Juli 2006, Benedict "Ben" Anderson, sahabat lama dan kawan seperguruan Dan, datang dari Afrika menjenguk karibnya. Arlene membisikkan kepada Ben bahwa di ambang hidup dan mati pun Dan masih terbebani oleh buku itu. Sudah ada 13 bab, kecuali kata pengantar dan kesimpulan. Bab pertama hingga kelima telah selesai. Bagian-bagian lain masih berbentuk draf. Arlene meminta Ben menenangkan Dan.

Di samping ranjang sahabatnya, Ben berjanji: "Dan, aku akan membantu merampungkan buku ini menjadi buku yang bagus. Itu janjiku." Arlene, yang tak tega melihat suaminya menderita lebih lama, menambahkan, "Dan, semoga janji Ben membuatmu tenang dan ikhlas bila waktumu pergi telah tiba." Tak lama kemudian, Lev mengembuskan napas terakhir.


Arlene menuturkan kenangan itu kepada Tempo, yang mengunjungi kediamannya yang tenang dan asri di kawasan Capitol Hills, Seattle, Amerika Serikat, pertengahan bulan lalu. Menurut Arlene, Dan tampaknya rela pergi setelah memastikan karyanya tentang Yap Thiam Hien, sosok penting dalam sejarah penegakan hukum dan hak asasi manusia di Indonesia, tak akan hilang sia-sia.

162406627024

Sepeninggal Dan, Arlene mendedikasikan waktunya untuk merampungkan biografi itu. Buku yang diberi judul No Concessions: The Life of Yap Thiam Hien, Indonesian Human Rights Lawyer itu akhirnya diterbitkan oleh University of Washington Press pada Desember 2011. Ben menuliskan kata pengantar, Arlene membuatkan kata penutup. Sebastiaan Pompe dan Ibrahim Assegaf melengkapinya dengan catatan akhir.

Persahabatan Lev dan Yap terekam dengan baik dalam memori Arlene. Yap lebih tua 20 tahun sehingga ada saja yang mengira hubungan mereka adalah ayah dan anak angkat. Tapi, di mata Arlene, pertalian mereka lebih mirip kakak dan adik. "Mereka berbicara secara egaliter dan saling menghargai," ujar Arlene.

Daniel Lev kerap berkunjung ke Indonesia—setiap setahun atau dua tahun. Dan ia sering menginap di rumah Yap. Begitu pun Yap seperti ketika ia menerima The William J. Brennan Human Rights Award dari Rugers School of Law pada 1987. Arlene melihat mereka berdiskusi di teras selama berjam-jam. "Asap rokok mengepul silih berganti" kata Arlene, yang tampak masih energetik di umur 76 tahun.

Pertemuan pertama Lev dan Yap terjadi pada 1971. Beberapa tahun sebelumnya, keduanya pernah berjumpa di salah satu ruang pengadilan di Jakarta, tapi tak ada waktu bertegur sapa. Mereka langsung merasa cocok dan dekat pada diskusi pertama karena sama-sama tertarik, kritis, dan peduli pada lembaga hukum di Indonesia.

Setelah pertemuan itu, Dan menuturkan kesan-kesannya kepada Arlene. Mengutip suaminya, Arlene melukiskan sosok Yap sebagai "seorang yang luar biasa, sederhana, pandai, penuh rasa kemanusiaan. Betapa hebatnya semangat orang ini". Semenjak itu, persahabatan tumbuh dengan kuat di antara keduanya.

Di mata Arlene, Yap adalah pria pemberani dan galak. Dia pernah menyaksikan bagaimana ahli hukum itu memarahi petugas penerima tamu di kantor pengadilan yang mengomentari Arlene dengan nada melecehkan. "Suaranya menggelegar. Orang-orang yang berada di lorong terkejut melihat kejadian itu. Saat itu, saya baru menyadari mengapa orang segan dan tidak ingin bikin gara-gara dengannya," kenang Arlene.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162406627024



Laporan Khusus 3/24

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.