Laporan Khusus 23/24

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terhipnotis Buruh Pelabuhan

Yap semakin tersedot ke dunia politik karena dia tinggal di rumah misionaris.

i

Alangkah berbeda. Seperti langit dan bumi. Begitulah Yap Thiam Hien melihat potret buram kehidupan kaum pinggiran di sejumlah pelabuhan. Kuli-kuli di pelabuhan di negara-negara jajahan di Asia rupanya selalu berkulit hitam. Pengawasnya selalu berkulit putih. Sedangkan di Eropa, orang-orang kulit putih menjadi buruh pelabuhan.

Pengalaman singgah di sejumlah pelabuhan dalam perjalanannya dengan kapal itu begitu membekas. Itu membuka kotak pandora wawasan politik Yap. Saking kuatnya momen itu, dia menuliskan pengalamannya untuk koran Tionghoa berbahasa Melayu, Sin Po. "Sebuah pemandangan yang tak bisa dibayangkan di negeri koloni," tulis Daniel S. Lev dalam buku No Concessions, mengutip ucapan Yap.

Isu hitam-putih dan persamaan hak itulah yang melentingkan Yap masuk ke dunia politik dan hak asasi manusia. Menurut Lev, Yap semakin tersedot ke dunia politik karena dia tinggal di Zendingshuis. Ini adalah rumah misionaris Protestan di Kota Oegstgeest, Belanda, yang membuat Yap selalu "sarapan" dengan diskusi-diskusi politik. Berbekal kemampuan berbahasa Jerman dan Belanda, Yap juga melahap berbagai literatur tentang Marxisme, kapitalisme, dan organisasi sosial.


Saat Indonesia merdeka, gelegak dunia politik semakin memikatnya. Belakangan Yap menghadapi pilihan sulit ketika mengetahui kabar penyerangan terhadap orang keturunan Cina. Dia akhirnya memilih bergabung dengan organisasi pelajar Chuang Hua Hui ketimbang Perhimpunan Indonesia, yang didominasi pelajar pribumi. Dia juga bergabung dengan Perhimpoenan Kristen Indonesia (Perki).

162406508177

Di Perki inilah Yap bertemu dengan lawan debat sekaligus gurunya di dunia politik, Tom Sigar. Tom adalah mahasiswa hukum di Belanda. Mereka dipertemukan oleh Estefanus Looho, mahasiswa Indonesia yang juga tinggal di Zendingshuis. Estefanus dan Tom berteman karena sama-sama dari Manado.

Adik Tom, Olga Nelly Sigar, bercerita, dia kerap melihat Yap dan Tom berdiskusi di kediaman Tom di Voorburg, kota kecil di selatan Belanda. Namun perempuan 92 tahun ini tak pernah tahu apa yang mereka bicarakan. "Karena kakak saya tidak mau saya ikut mendengar," katanya saat ditemui di rumahnya di Permata Hijau, Jakarta Selatan, Mei lalu.

Bersama Tom, Yap punya kegairahan diskusi yang luar biasa. Mereka membangun cita-cita bersama. Tom, yang dekat dengan Partai Buruh Belanda, kerap menyuntikkan ide-ide persamaan hak yang mesti diterapkan di daerah koloni. Apalagi kebijakan Partai Buruh Belanda sangat menentang penjajahan di Indonesia. Kendati begitu, Yap memilih tak bergabung dengan Partai Buruh. Lev menduga itu karena Yap seorang Protestan taat, sedangkan Partai Buruh sekuler.

Lantaran aktif di Perki, Yap bersama Tom dan empat orang lainnya pernah menjadi delegasi Indonesia di Konferensi Dunia Pemuda Kristen di Oslo, Norwegia, pada Juli 1947. Mereka berangkat satu kereta dengan delegasi Belanda.

Setiba mereka di Oslo, tersiar kabar Belanda melancarkan agresi ke Indonesia pada 21 Juli. Berita ini membuat hubungan kedua delegasi retak. Tom berkeras bahwa kedua delegasi harus berpisah. Ia juga meminta anggota delegasi Indonesia melancarkan aksi bisu terhadap anggota delegasi Belanda. Yap tak setuju. Apalagi, dalam forum, seorang anggota delegasi Belanda, A.W. Visser t'Hooft, mengutuk agresi itu.

Nama Yap mulai berkibar di Belanda ketika ia berbicara di simposium pelajar internasional di Utrecht. Ia berani melontarkan kritik pedas terhadap pandangan delegasi Inggris soal Vietnam. Rekan Yap sempat ketar-ketir. Soalnya Yap bisa kehilangan beasiswa dari pemerintah Belanda. Yap tak peduli. Bicara blak-blakan adalah gayanya.

Yap, ide persamaan hak, dan perjuangan kaum buruh adalah hal yang sulit terpisahkan. Dia telah terhipnotis kisah suram buruh-buruh pelabuhan di tanah kolonial.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162406508177



Laporan Khusus 23/24

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.