Komputer 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Resep membunuh komputer super

Eugene d. brooks iii membuat program yang secara otomatis mengubah perangkat lunak komputer super konvensional menjadi perangkat lunak komputer pararel. programnya dianggap pembunuh komputer super.

i
KOMPUTER super dasarnya adalah komputer yang sangat cepat bekerjanya. Peningkatan kecepatan ini, pada komputer super konvensional, dilakukan dengan peningkatan kualitas perangkat keras. Antara lain dengan memadatkan komponennya sehingga jarak tempuh elektron dalam komputer dipersingkat. Atau dengan memanfaatkan chip yang gerbang elektroniknya mampu "membuka" serta "menutup" dengan lebih cepat. Upaya ini memang memperlihatkan hasil. Komputer super Cray buatan AS, misalnya, sudah dipakai di berbagai institusi di dunia. Bahwa baru institusi yang besar seperti Departemen Pertahanan AS (Pentagon) saja yang mampu menggunakan komputer super tentu ada sebabnya. Yang utama adalah biayanya yang mahal, sekitar 35-100 milyar rupiah sebuah. Maklum, penggunaan komponen yang istimewa menyebabkan harga komputer melejit. Apalagi jumlah yang diproduksi tak banyak karena pasarnya memang terbatas pada institusi penelitian atau perusahaan sangat besar. Namun, dengan semakin membudayanya penggunaan komputer di masyarakat, keperluan terhadap komputer yang berkecepatan dan berkapasitas tinggi terus tumbuh. Tenaga operator yang mampu menangani pemakaian komputer untuk menangani masalah rumit juga terus bertambah. Walhasil, tinggal masalah biaya tinggi saja yang membuat pemasaran komputer super belum melonjak drastis. Yang jadi masalah justru soal teknis. Pasalnya, penggunaan segala macam komponen yang mahal itu ternyata sudah mendekati batas maksimum teoretisnya. Kepadatan komponen dalam chip sudah mendekati tingkat jenuh, sedangkan kecepatan elektron dalam silikon (bahan pembuat chip) tentu tak dapat ditingkatkan lagi. Tentu saja ada upaya menggunakan bahan lain, seperti galium arsenide. Tapi kalau berhasil pun tak akan banyak peningkatan kecepatannya. Tak heran kalau beberapa pakar, misalnya Dr. Alan Huang dari AT&T mencoba mengganti darah komputer dari elektron menjadi foton. Sebab foton, alias paket cahaya, memang "darah" yang paling cepat mengalirnya di alam semesta ini. Selain itu, kemampuan foton untuk menembus foton lain tanpa berubah bentuk, menjanjikan banyak kelebihan dibandingkan komputer. Sayangnya, perangkat keras komputer secanggih apa pun tak akan ada gunanya bila tak tersedia perangkat lunak alias programnya. Maka, kendati Alan Huang sudah berhasil membuat prototipe otak komputer (processor) berdarah foton yang kecepatannya seratus kali lebih cepat dari komputer elektronik, tampaknya masih dibutuhkan waktu lama untuk melihat produk ini di pasar. Sebab, operating system alias program paling dasarnya pun belum dibuat. Juga chip berdarah foton belum ada yang memproduksi. Maka, dalam kebuntuan perangkat keras ini, wajar kalau banyak pakar lain yang mencoba mengulik "perangkat lunak" untuk mencari jawab. Antara lain dengan membuat program yang mampu memanfaatkan teknik paralel. Yakni membagi persoalan yang ada untuk diolah secara terpisah oleh beberapa processor, lalu jawabannya disatukan kembali. Walhasil, semakin banyak "otak" yang dipakai, semakin cepat pula waktu pengolahan. Komputer paralel memang sudah ada yang dipasarkan. Misalnya saja Connection Machine buatan Thinking Machine Corp. dari AS yang mempunyai 64 ribu microprocessor sebagai "otak" paralelnya. Komputer jenis ini terbukti mampu menandingi komputer super konvensional dengan harga lebih murah. Hanya saja bila pemakai komputer super konvensional ingin memakai komputer paralel ini, harus dibuat program yang baru. Dan mengingat pengguna komputer super biasanya memakai program yang besar dan rumit, maka banyak yang berpikir dua kali sebelum memutuskan mengganti komputer supernya dengan komputer paralel. Adapun yang dibuat oleh Eugene D. Brooks III adalah jawaban atas persoalan ini. Ia membuat program yang secara otomatis akan mengubah perangkat lunak komputer super konvensional menjadi perangkat lunak komputer paralel. Kalau upaya Brooks ini berhasil, tak ada alasan lagi bagi pemakai komputer super konvensional untuk tidak menggantinya dengan komputer paralel. Karena itu, wajar kalau beberapa pakar menyebut program Brooks sebagai pembunuh komputer super. BHM

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836157289



Komputer 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.