Iqra 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Naskah-naskah Palembang yang Terlupakan

KESULTANAN Palembang Darussalam yang ditaklukkan Belanda pada 1821 pernah memiliki sebuah perpustakaan besar berisi koleksi manuskrip. Sultan Mahmud Badaruddin II, penguasa Kesultanan Palembang dua abad silam, dikenal sebagai pencinta literasi. Ia ingin menjadikan kesultanannya sebagai pusat studi Islam dan sastra. Tatkala Kesultanan Palembang diserbu Belanda, sang Sultan diduga mengosongkan perpustakaan dan menyebarkan koleksi manuskripnya ke rumah-rumah bangsawan agar selamat. Para filolog Palembang kini berusaha melacak naskah-naskah itu.

i Syair Perang Palembang yang terdiri atas 260 bait yang ditulis dengan huruf Arab Melayu./Tempo/Parliza Hendrawan
Syair Perang Palembang yang terdiri atas 260 bait yang ditulis dengan huruf Arab Melayu./Tempo/Parliza Hendrawan

NASKAH-NASKAH kuno Palembang itu ditemukan secara tak sengaja oleh filolog Palembang, Nyimas Umi Kalsum, di bubungan atap masjid buyutnya. Total ada sebelas karung naskah. Nyimas menuturkan, moyangnya dulu penghulu di Kesultanan Palembang Darussalam. Rumah limas tempat leluhurnya dulu dipakai sebagai tempat belajar keluarga kesultanan. “Banyak naskah yang saya temukan, tapi bentuknya sudah menyerupai kerupuk. Garing, dan susa

...

Reporter Isma Savitri - profile - https://majalah.tempo.co/profile/isma-savitri?isma-savitri=163217000518


Sastra Kota Palembang

Iqra 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.