Investigasi 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

GENG REMAN VAN JAKARTA

Konflik, sengketa, dunia malam, juga urusan utang, membuka pintu usaha buat preman. Para jagoan itu melayani jasa pengamanan swasta. Umumnya membentuk perusahaan, sebagian membawa bendera lembaga bantuan hukum. Bentrok antarkelompok acap meledak. Pertikaian berdarah di Jalan Ampera, contohnya.

Tempo menelusuri para pemain "bisnis kekerasan" ini. Pembebasan tanah merupakan proyek terbesar mereka. Kelompok Kei dan Flores Ende—untuk sementara ini—menjadi raja Ibu Kota.

i

TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga."

Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko G

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Administrator



Investigasi 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.