Internasional 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Hantu Merah di Tanah Filipina

Banyak aktivis hak asasi Filipina yang masuk daftar teroris dan komunis bikinan pemerintah yang berujung dibunuh. Dituduh memberontak.

i Demonstran menentang pemberlakukan UU Anti Teror yang bisa disalah gunakan untuk membungkam demokrasi di Manila, Filipina, Juni 2020. Reuters/Eloisa Lopez
Demonstran menentang pemberlakukan UU Anti Teror yang bisa disalah gunakan untuk membungkam demokrasi di Manila, Filipina, Juni 2020. Reuters/Eloisa Lopez
  • Jumlah aktivis dan pekerja hak asasi manusia Filipina yang dibunuh terus bertambah. .
  • Hingga Juli lalu, 134 pembela hak asasi telah dibunuh sejak 2016.
  • Berbagai organisasi sipil dan hak asasi memohon perlindungan kepada Mahkamah Agung. .

AGNÈS Callamard, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pembunuhan di luar hukum, meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) segera menyelesaikan pra-penyelidikan kasus Filipina. “Dalam dua bulan terakhir, lebih banyak orang kehilangan nyawa, lebih banyak di antaranya pembela hak-hak asasi manusia dan korban dari kaum termiskin dan kelompok melarat,” katanya melalui video yang dirilis pada Senin, 14 September lalu.

F

...

Reporter Iwan Kurniawan - profile - https://majalah.tempo.co/profile/iwan-kurniawan?iwan-kurniawan=163217207120


Filipina Hak Asasi Manusia Terorisme Teror, Peretasan Aktivis

Internasional 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.