Internasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

AUSTRALIA

Eks Perdana Menteri Bob Hawke Mangkat

i Eks Perdana Menteri Bob Hawke Mangkat
Eks Perdana Menteri Bob Hawke Mangkat

 

Australia kehilangan salah satu politikus legendarisnya, Robert James Lee Hawke. Mantan pemimpin Partai Buruh yang menjabat perdana menteri selama 1983-1991 itu wafat pada usia 89 tahun di kediamannya di Kota Sydney, Kamis, 16 Mei lalu.

Lahir di Bordertown, Australia Selatan, pada 9 Desember 1929, pria yang akrab di--sapa Bob Hawke ini bergabung dengan Par-tai Buruh sejak berusia 18 tahun. Se----te-lah lulus kuliah dari University of Oxford, Inggris, dia berkecimpung sebagai poli-tikus.


Selama menjabat perdana men--teri, po-litikus karismatis yang terkenal karena ke--cin-ta-an-nya pada bir dan kriket ini suk-ses mereformasi serta me-mo-dernisasi eko-nomi Australia, yang bertahan hing-ga hari ini. Perangainya yang senang ber-canda membuat kerja po--litik yang serius tampak me--nye-nang-kan. Belum ada Perdana Men-teri Australia yang melampaui pe--ringkat kepuasan publik ter-ting-gi yang pernah dicapai Hawke.

161477582315

“Setelah Hawke, kami adalah negara yang berbeda. Negara yang lebih ramah, lebih baik, lebih besar, dan lebih berani,” kata Ketua Partai Buruh Bill Shorten, seperti dilansir Syd-ney Morning Herald.

Hawke meninggalkan se--de-ret prestasi yang mem-bang-gakan. Dia antara lain men-dongkrak proporsi anak-anak yang lulus sekolah me--nengah atas, berperan da------lam upaya mengakhiri apartheid di Afrika Selatan, dan mendukung kampanye in--ternasional untuk melin-dungi Antarktika dari penam-bangan.

 


 

IRAN

Hubungan dengan Amerika Serikat Memanas

TENSI hubungan Iran dengan Amerika Serikat tak kunjung mereda. Kedua ne--gara yang tidak lagi menjalin hubungan di--plomatik sejak 1979 ini bersitegang sejak pemerintah Donald Trump memperketat sanksi ekonomi terhadap Negeri Mullah.

Pada Ahad, 19 Mei lalu, Trump men-cuit: “Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir Iran. Jangan pernah meng--ancam Amerika Serikat lagi!” Dia ti-dak menjelaskan ancaman apa yang di--maksud.

Pada Kamis, 23 Mei, giliran Presiden Iran Hassan Rouhani mengomentari sanksi oleh Amerika. “Orang-orang kami tidak tunduk pada tekanan meskipun menghadapi ke--su-litan dalam hidup,” ucap Rouhani seperti dikutip kantor berita pemerintah, IRNA.

Hubungan mereka memanas setelah terjadi serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi—sekutu Amerika—dua pekan lalu dan penembakan roket ke “zona hijau” di dekat kompleks kedutaan Amerika di Bagdad, Irak. Iran membantah terlibat da--lam dua insiden itu. Ketegangan me--ningkat setelah Washington mengirim kapal induk hingga pesawat pengebom ke Timur Tengah untuk unjuk kekuatan. Bahkan Pentagon dikabarkan berencana menempatkan ribuan pasukan di sana.

Sejak Trump berkuasa, hubungan Ame-rika Serikat dengan Iran merenggang. Washington menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, yang digawangi Barack Oba-ma, serta mengembalikan sanksi terhadap Iran. Trump pun memperketat sanksi dengan memerintahkan semua negara menyetop impor minyak Iran.

 


 

FILIPINA

Sekutu Duterte MENCengkeram Senat

DUKUNGAN politik parlemen kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte bakal makin kokoh setelah para politikus sekutunya sukses menambah kekuatan di Senat. Para sekutu Duterte memenangi mayoritas dari 12 kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilihan umum sela pada Senin, 13 Mei lalu.

Bato Dela Rosa, Bong Go, Koko Pimentel, dan Francis Tolentino, misalnya, melaju dari PDP-Laban, partai yang mengusung Duterte dalam pemilihan presiden 2016. Bato adalah bekas Kepala Kepolisian Nasional Filipina, orang pertama yang mendukung kampanye antinarkotik Duterte yang kontroversial.

Senat selama ini cukup keras mengkritik kebijakan pemberantasan narkotik Duterte. Tapi hasil pemilu sela mengubah komposisi politikus propemerintah di badan legislatif. Kini sedikitnya ada sembilan senator pendukung Duterte dan hanya empat anggota oposisi.

 


 

AUSTRALIA

Scott Morrison Memenangi Pemilu

KOALISI Nasional-Liberal yang dipimpin Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara mengejutkan memenangi pemilihan umum melawan Partai Buruh. Koalisi menguasai parlemen setelah meraup sedikitnya 76 kursi, Sabtu, 18 Mei lalu.

Morrison, yang baru sembilan bulan menjabat, sebenarnya melaju sebagai pihak yang tidak diunggulkan. Jajak pendapat setahun terakhir justru memprediksi kemenangan Partai Buruh untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161477582315



Internasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB