maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Energi Anarki

Komunitas Punk, yang lahir di London, Inggris, pada 1970-an, telah memunculkan sub-budaya di sejumlah kota di berbagai negara, termasuk Indonesia. Gerakan anak muda yang dipelopori kelas pekerja itu merebak di kota-kota besar di Tanah Air, terutama Bandung dan Jakarta, sejak akhir 1980-an atau awal 1990-an. Awam mengenal komunitas ini hanya sebatas penampilan mereka: rambut seperti kipas, bertato, bertindik, dan mengenakan jins belel serta sepatu bot.

Mereka memang tampil beda, hingga terkesan berandalan. Kesalahan dalam memahami mereka inilah yang membuat sejumlah punker ditangkap dan "dibina" di Aceh pada Desember lalu. Padahal semangat independen atawa indie, berdikari, dan antikemapanan yang digenggam merekalah yang membuat komunitas ini berbeda. Dalam perjalanannya, semangat ini kemudian melahirkan kegiatan-kegiatan kreatif di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Tempo mencoba merekam sepak terjang komunitas yang menjadikan anarkisme (bukan kekacauan, tapi menolak tunduk kepada sistem) sebagai ideologi ini.

arsip tempo : 172190293616.

. tempo : 172190293616.

Pemuda bertato itu sibuk dengan mesin jahit dan sulaman. Meski terkantuk-kantuk, tangan kekarnya tetap berfokus memutar roda mesin berulang kali. Sesekali ia mengisap asap tembakau dan menyeruput secangkir kopi yang masih mengepul. Seharian ia nyaris tidak beranjak, asyik memainkan pedal kaki mesin jahit seorang diri. "Ada banyak pesanan kaus mini untuk aksesori di mobil," kata Indra Pratama Lukiansyah, nama pemuda itu, kepada Tempo pada pengujung

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 21 Juli 2024

  • 14 Juli 2024

  • 7 Juli 2024

  • 30 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan