Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text
i

KOMPUTER pada zaman sekarang ini memang telah jauh berbeda dengan penampilannya ketika pertama kali muncul. Dengan bentuk yang makin kecil, komputer justru makin punya kemampuan serbaguna. Tak hanya bisa menyimpan data, komputer zaman sekarang juga bisa difungsikan, antara lain, seperti telepon genggam.

Itulah yang ditampilkan komputer genggam pribadi (personal digital assistant) baru buatan Handspring, Visor. Selain mampu menyimpan data seperti nomor telepon, agenda, bahkan informasi cuaca, alat ini juga punya fungsi-fungsi lain yang sangat lengkap. Hanya dengan mengganti cartridge, Visor dapat berubah menjadi telepon genggam, penerima data GPS (global positioning satellite), remote control, ataupun pemutar MP3.

Pada dasarnya, Visor memakai basis teknologi yang sama dengan komputer genggam Palm. Ia memakai sistem operasi milik Palm, lengkap dengan program-program yang sama seperti jam dunia, dan peranti lunak pengenal tulisan tangan. Tombol-tombol, layar, dan port inframerahnya pun serupa.

Perbedaan utama alat yang besarnya sama seperti Palm III ini terletak pada slot di bagian belakang. Visor mempunyai slot yang bisa diisi pelbagai jenis cartridge, sehingga fungsinya pun berubah-ubah. Pengguna tinggal menukar pasang cartridge sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Bila hendak menjadikannya sebagai telepon, pemakai tinggal mengisi slot dengan cartridge untuk keperluan handphone—begitu seterusnya. Prinsip kerjanya sama dengan alat permainan Sega atau Play Station.

Untuk keperluan mendengarkan alunan suara pemutar musik MP3, Visor juga menyediakan lubang untuk earphone. Pengguna tinggal mencolokkan kabel ke tempat yang sudah disediakan. Di Amerika, produk yang pemesannya konon sudah berjibun itu ditawarkan seharga US$ 249 (tipe deluxe dengan memori 8 MB), US$ 179 (memori 2 MB), dan US$ 140 (memori 2 MB).


Rudal Hipersonik

ERA perang dingin memang sudah berlalu. Namun, pemerintah adidaya Amerika tampaknya tidak ingin kecolongan negara lain, terutama dalam produksi mesin perang. Saat ini Amerika sedang mengembangkan peluru kendali (rudal) antirudal yang canggih: rudal hipersonik berkecepatan sekitar 7.000 kilometer per jam.

Proyek itu merupakan kerja sama raksasa penerbangan Boeing dengan Defense Advance Research Project Agency (DARPA), suatu badan riset pertahanan milik pemerintah Amerika. Mereka mengembangkan rudal untuk menghantam sasaran bergerak seperti peluncur rudal Scud milik Irak. Setiap rudal dilengkapi sepasang submunisi terpandu yang akan menyisir daerah di sekitar posisi terakhir target yang terpantau oleh radar. Berkat submunisi itu, meskipun sasaran berada pada jarak maksimum kemampuan rudal, sekitar 700 kilometer, rudal hipersonik tetap mampu mencapainya dalam waktu enam menit.

Rudal hipersonik juga dapat ditembakkan ke arah target permanen yang ditanam di suatu kedalaman di bawah tanah. Itu berkat daya rusak hulu ledaknya yang mampu meluluhlantakkan beton atau tanah. Rudal yang berharga US$ 200 ribu per unit itu dirancang fleksibel, dapat diluncurkan dari pesawat tempur, pesawat pengebom, kapal perang, ataupun kapal selam. Majalah Popular Science melaporkan, pada akhir 2002, DARPA akan memilih salah satu dari dua rancangan rudal yang sedang dikembangkan tersebut.



Tabung Sebesar Rambut
161866210160

REAKSI kimia tidak selalu bisa dilakukan di tabung reaksi seperti yang selama ini dipergunakan di laboratorium. Ada beberapa reaksi yang karena menggunakan materi begitu kecil, misalnya reaksi molekul suatu sel, hanya dapat dikerjakan di tempat yang mungil pula. Masalahnya, hingga saat ini belum ada tabung reaksi yang mampu dijadikan sebagai wadah reaksi suatu molekul.

Belakangan, para ilmuwan di Stanford University menemukan cara mempelajari kehidupan di dalam sebuah sel, dengan menggunakan kontainer miniatur yang mirip aslinya. Kontainer mini yang diberi nama Vesicles ini merupakan tabung tes terkecil di dunia. Besarnya hampir sama dengan rambut manusia.

Para ilmuwan itu membuat Vesicles dengan cara menempatkan membran buatan di atas bahan kimia yang hendak mereka pelajari, kemudian melarutkannya dengan cairan semacam alkohol. Penurunan tekanan udara di atas membran akan menyebabkan alkohol menguap, membentuk gelembung-gelembung pada membran. Gelembung-gelembung inilah yang bertugas "menangkap" bahan kimia yang dituju. Dari situlah kemudian para ilmuwan mengamati proses kimia yang sedang berlangsung melalui mikroskop elektronik ultrakuat. Menurut situs warta ilmiah Popular Science, Vesicles dapat diisi pelbagai macam jenis bahan kimia atau biologi.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161866210160



Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya