Pemantau Sapi Jarak Jauh - Inovasi - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pemantau Sapi Jarak Jauh

Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia mengembangkan sistem teknologi pemantau kondisi sapi dari jarak jauh. Ditargetkan bisa dipakai pada 2021-2022. 

i Pemantau Sapi Jarak Jauh/Tempo
Pemantau Sapi Jarak Jauh/Tempo

PETERNAK sapi biasanya mengetahui kondisi hewan peliharaannya melalui pengamatan fisik. Hal itu mensyaratkan peternak mendekat ke kandang untuk mengetahui apakah sapinya mengalami stres, sakit, dan lain-lain. Sistem bernama Moo.id yang dibuat para mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, bisa menjadi alternatif bagi peternak untuk mengetahui kondisi ternaknya secara berkala meski berada jauh dari kandang.

Inovasi ini memenangi kompetisi nasional Medinnovation 2020 yang digelar PT Medion Indonesia selama Februari-29 September lalu. Tim inti pembuat Moo.id terdiri atas Bayu Gustiana Fajar, M. Ripan Saiful Mansur, dan Muhammad Rafi. Mahasiswa angkatan 2018 dan 2019 tersebut tergabung dalam Divisi Embedded System Research Group Unikom. Mereka dibimbing oleh dosen Agus Mulyana.

Inovasi ini memadukan teknologi berbasis Internet of things, big data, dan machine learning. Selain bisa mengetahui kondisi kesehatan sapi, sistem tersebut dapat mendeteksi posisi sapi di luar kandang hingga sejauh 1 kilometer. Arsitektur sistem terdiri atas tiga bagian: perangkat keras Moo Tracker dan Moo Gateway, komputasi awan (cloud), serta aplikasi untuk komputer atau telepon seluler pintar.


Perangkat kerasnya dibuat pada Januari dan rampung Agustus lalu. Uji coba alat melibatkan lima sapi di kandang seorang peternak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, selama tiga hari. “Syarat utamanya harus ada jaringan Internet di lokasi,” kata ketua tim, Bayu Gustiana Fajar, Jumat, 9 Oktober lalu.

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjkgMDU6Mzk6NTgiXQ

Tiap sapi itu dipasangi alat Moo Tracker pada bagian pundak dan identitas khusus. Awalnya, sapi terlihat tidak nyaman dengan benda asing tersebut. “Hari berikutnya sudah tenang,” ujar Bayu. Sensor di Moo Tracker kemudian bekerja membaca suhu dan detak jantung sapi. Suhu kelima sapi tercatat berkisar 36-37,5 derajat Celsius. Adapun detak jantungnya 66-88 kali per menit.

Berdasarkan literatur, ucap Bayu, data kondisi sapi seperti itu tergolong normal. Jika hasil pengukuran kurang atau lebih dari angka normal, sistem akan mendeteksinya sebagai indikator gangguan kesehatan. “Moo Tracker juga bisa memantau kalau sapi menyendiri dari kelompoknya, artinya bisa sedang stres atau lagi bunting,” tuturnya.

Data mentah dari Moo Tracker kemudian dikirim ke Moo Gateway lewat frekuensi radio. Moo Gateway bisa dipasang di kandang atau rumah pemilik ternak jika lokasinya di dekat kandang. Alat itu dilengkapi media penyimpanan microSD 64 gigabita untuk menampung data kiriman Moo Tracker. “Setiap jam, data yang masuk 200-300 bita untuk per sapi,” kata anggota tim, M. Ripan Saiful Mansur. Penyimpanan data itu menjadi cadangan jika jaringan Internet bermasalah atau hilang.

Internet juga diperlukan untuk meneruskan data kondisi sapi dari Moo Gateway ke Moo Cloud. Hasil pengolahan data di Moo Cloud itulah yang kemudian tampil lewat aplikasi di layar komputer atau ponsel pintar. Pada sapi yang terindikasi memiliki masalah kesehatan, sistem akan memberikan notifikasi di bar statistik. Identifikasi dan prediksi kesehatan sapi terbagi empat, yaitu sehat, waspada, sakit, dan bahaya.

Rencananya, aplikasi itu ditambahi beberapa fitur, seperti rekam medis kesehatan ternak, konsultasi dengan dokter hewan, dan toko online untuk obat ternak. Aplikasi tersebut sejauh ini belum diluncurkan. Bayu menerangkan, tim akan menyempurnakan alat Moo Tracker agar lebih tahan banting serta tahan air ketika sapi masuk genangan atau turun hujan. “Idealnya, alat dipakai 24 jam agar kondisi sapi terus terpantau,” kata Ripan. Moo.id ditargetkan bisa dipakai pada 2021-2022 untuk kebutuhan peternakan besar.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-29 05:39:58

Peternakan Penemuan Baru | Inovasi

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB