Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Robot Pensteril Ruangan

Tim Telkom University dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia membuat robot pensteril ruangan untuk membantu penanganan wabah akibat virus corona. Memanfaatkan cahaya ultraviolet tipe C yang biasa digunakan dalam sterilisasi peralatan dan proses pengolahan air minum.

i Robot Pensteril Ruangan/Tempo
Robot Pensteril Ruangan/Tempo
  • Tim Telkom University dan LIPI memodifikasi alat pengangkut barang menjadi robot pensteril ruangan. .
  • Beroperasi otomatis dengan panduan garis di lantai atau pengendali jarak jauh.
  • Hasil pengujian menunjukkan sinar ultraviolet yang dipancarkan mampu membunuh hingga 80 persen populasi bakteri. .

TIM peneliti gabungan dari Telkom University dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia membuat robot pembersih ruangan untuk membantu penanganan wabah akibat virus corona (Covid-19). Purwarupa mesin bernama Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) itu beroperasi dengan memancarkan sinar ultraviolet jenis C yang bisa mematikan jasad renik. 

Tim pembuat AUMR dipimpin oleh Angga Rusdinar dari Fakultas Teknik Elektro Telkom University. Angga dibantu oleh Kemas Muslim Lhaksmana dari Fakultas Teknik Informatika Telkom University serta Irwan Purnama dari Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI dan Ratih Asmara Ningrum dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Ide pembuatan AUMR yang digagas Irwan itu dikerjakan sejak pertengahan Maret lalu. “Inisiatif kami sebagai peneliti, bukan pesanan dari pemerintah,” ujar Irwan pada Rabu, 15 April lalu. 

Robot AUMR adalah hasil modifikasi dari alat pengangkut barang di pabrik. Mesin itu bisa beroperasi secara otomatis dengan panduan garis khusus di lantai. Ia juga bisa berfungsi dengan pengendali jarak jauh. AUMR pun dilengkapi kamera yang berfungsi sebagai “mata” operator di layar monitor. 


AUMR pertama kali diperkenalkan ke publik di Wisma Atlet Jakarta, yang menjadi rumah sakit darurat pasien Covid-19, pada 7 April lalu. Namun robot itu belum dioperasikan untuk menjelajahi dan membersihkan ruangan dari jasad renik. Uji coba dilanjutkan di laboratorium dengan biosafety level-3, koridor, dan ruangan di LIPI Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada 11 April lalu. Sinar UVC artifisial telah lama digunakan untuk sterilisasi peralatan hingga proses pengolahan air minum. 

161867016187

AUMR/Tempo

Para peneliti menguji AUMR di tiga tempat, yaitu ruang dengan kondisi seperti ruangan operasi, ruang bertekanan negatif layaknya tempat isolasi pasien Covid-19, serta laboratorium biasa dan ruang umum. Semua tipe ruangan tempat pengujian itu disinari UVC selama 10 menit. Para peneliti masih melakukan pengujian untuk melihat efek sinar ultraviolet AUMR pada jamur dan virus. “Untuk laboratorium biasa, AUMR membunuh hampir 80 persen bakteri, tapi itu masih uji awal,” kata Ratih. 

Irwan mengatakan ruangan sebaiknya dikosongkan saat AUMR beroperasi dan lampu UVC diaktifkan. Jika ada orang atau pasien, mereka sebaiknya diberi pelindung diri karena paparan UVC tergolong berbahaya bagi manusia. Sebab, sinar UVC akan memecahkan protein dinding sel setelah pancarannya terserap oleh sel dan sejenisnya hingga mereka gagal mereplikasi diri. Kondisi ini bisa membunuh virus dan bakteri. “Dinding atau benda sekitar, juga langit-langit, bisa terjangkau,” ucapnya. 

Menurut Irwan, AUMR masih harus menjalani uji lanjutan untuk membuktikan keampuhannya membersihkan ruangan dari jasad renik. Mesin itu juga masih memerlukan penyempurnaan, antara lain tinggi alat dengan permukaan (ground clearance), posisi lampu, dan kapasitas baterai lampu ultraviolet yang saat ini berdurasi sekitar satu jam. “Akan pakai baterai litium-ion agar tahan dua-tiga jam,” kata Irwan.


Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161867016187


Covid-19 Virus Corona Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.