Kursi Berbau Manusia - Inovasi - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kursi Berbau Manusia

Sekilas, gumpalan berwarna krem itu terlihat seperti bayi botak bertubuh gempal yang sedang meringkuk melawan arah kamera. Tak ada yang menyangka bahwa sosok seperti bayi itu ternyata sebuah kursi kulit.

Ada pula yang berpikir kursi kulit itu berhubungan dengan karakter menyeramkan Bill Buffalo dalam film pembunuhan berjudul Silence of the Lambs. Ada pula yang berpikir kursi yang diletakkan di Studio 9191 London, Inggris, itu menyerupai bentuk testis yang cacat. Pembuatnya, Virginia Barker, memang sengaja membiarkan orang berpikir apa pun tentang karyanya.

i

Sekilas, gumpalan berwarna krem itu terlihat seperti bayi botak bertubuh gempal yang sedang meringkuk melawan arah kamera. Tak ada yang menyangka bahwa sosok seperti bayi itu ternyata sebuah kursi kulit.

Ada pula yang berpikir kursi kulit itu berhubungan dengan karakter menyeramkan Bill Buffalo dalam film pembunuhan berjudul Silence of the Lambs. Ada pula yang berpikir kursi yang diletakkan di Studio 9191 London, Inggris, itu menyerupai bentuk testis yang cacat. Pembuatnya, Virginia Barker, memang sengaja membiarkan orang berpikir apa pun tentang karyanya.

Menurut seniman asal Inggris itu, orang perlu melihat, merasakan, dan mencium bau dari kursi kulit yang diciptakannya. Setelah itu, orang baru mengerti apa maksud dan tujuan menciptakan kursi kulit yang hampir terlihat seperti manusia tersebut.


"Saya ingin pengguna kursi mempertanyakan hubungan dan tingkat kenyamanan yang mereka miliki dengan kulit mereka sendiri dan dengan kulit lainnya," kata Barker dalam keterangan di salah satu gambarnya.

Barker menyerap daya tarik aneh yang berhubungan dengan dermis, kemudian menciptakan koleksi furnitur yang terlihat, terasa, dan berkat sedikit sentuhan kecil Barker menjadi seperti bau daging manusia.

Untuk bau dari kursi kulit, Barker menggunakan silikon, karena memiliki tekstur kulit dan mirip dengan pegas. Ia juga menambahkan feromon-zat kimia yang memiliki daya rangsang dan pikat seksual-untuk manusia dan krim bercukur buat mendorong respons pengguna kursi itu.

Barker mengatakan anak-anak termasuk penggemar terbaik ketika menggunakan kursi kulit itu. Mereka dengan bebas mengembangkan, mengeksplorasi, serta berinteraksi dengan hasil karyanya itu. "Anak-anak telah menjadi salah satu demografi yang paling menarik dalam pekerjaan ini. Kerja mengenai tubuh manusia sifatnya begitu pribadi dan kita semua memiliki reaksi yang sangat cepat untuk itu," katanya.

Barker menjual karya seninya dengan berbagai macam harga. Kursi kulit dihargai 1.500 pound sterling atau sekitar Rp 29,2 juta. Adapun kursi dengan satu dudukan yang terbuat dari kulit seharga 440 pound sterling atau sekitar Rp 8,6 juta.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-10-22 07:19:36


Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB