Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Hemat Listrik dengan Euis

RIZKY Ario gelisah, ongkos listrik di rumahnya terus naik. Biang keroknya adalah penggunaan berbagai perangkat elektronik yang tidak terkendali. Berkehendak mengontrol penggunaan listrik di rumahnya dari jarak jauh, mahasiswa S-2 Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung ini lantas mengajak sepuluh rekan sekampusnya merancang alat khusus.

Hampir satu tahun bekerja keras, perangkat yang mereka cita-citakan pun jadi. Mereka menyebutnya Electricity Usage Intelligent System alias EUIS. Ini merupakan aplikasi untuk telepon seluler cerdas yang terhubung pada dua perangkat keras bernama Smarter Meter dan Eco Plug di rumah yang hendak dikendalikan penggunaan listriknya.

i

RIZKY Ario gelisah, ongkos listrik di rumahnya terus naik. Biang keroknya adalah penggunaan berbagai perangkat elektronik yang tidak terkendali. Berkehendak mengontrol penggunaan listrik di rumahnya dari jarak jauh, mahasiswa S-2 Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung ini lantas mengajak sepuluh rekan sekampusnya merancang alat khusus.

Hampir satu tahun bekerja keras, perangkat yang mereka cita-citakan pun jadi. Mereka menyebutnya Electricity Usage Intelligent System alias EUIS. Ini merupakan aplikasi untuk telepon seluler cerdas yang terhubung pada dua perangkat keras bernama Smarter Meter dan Eco Plug di rumah yang hendak dikendalikan penggunaan listriknya.

Di rumah, Smarter Meter dipasang pada kabel utama, tepat di bawah meteran listrik. Sebenarnya alat ini hanya untuk menghitung akumulasi penggunaan listrik bulanan. Tapi Ario cs melengkapinya dengan teknologi artificial intelligence, menggunakan sejumlah sensor, dan sistem perhitungan algoritma. Hasilnya, ia memiliki kemampuan tambahan untuk mendeteksi alat elektronik apa saja yang sedang beroperasi sekaligus menghitung berapa ­setrum yang tersedot.


Nah, Smarter Meter­ terhubung ke sejumlah Eco Plug, yang berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik ke perlengkapan elektronik. Satu Eco Plug maksimal­ bisa menghidupkan atau mematikan empat barang elektronik.

1623659675100

Agar bisa dikendalikan dari jauh, kedua perangkat itu dihubungkan ke jaringan Internet. Segala data dari Smarter Meter akan dikirim ke komputasi awan (cloud) untuk diproses, selanjutnya dikirim ke aplikasi EUIS pada seluler pintar pemilik rumah. Alhasil, kapan pun dan dari mana pun pemilik rumah bisa mengecek perangkat elektronik yang sedang mengisap ­setrum di rumahnya.

Bila hendak mematikan atau menghidupkan alat elektronik, semisal penyejuk udara, pengguna EUIS cukup memberikan perintah melalui ponselnya. Dari ponsel perintah akan dikirim via Internet ke Eco Plug, yang selanjutnya akan menyambung atau memutus aliran listrik pada perangkat elektronik yang dimaksud. Tentu saja, untuk bisa menikmati teknologi EUIS ini, rumah mesti tersambung dengan Internet.

Aplikasi EUIS juga memiliki sejumlah fasilitas lain, seperti pengatur lama pemakaian listrik semua barang elektronik dan pemberi peringatan kala jatah listrik prabayar menipis. EUIS bahkan mampu mendeteksi potensi terjadinya arus pendek yang bisa memicu kebakaran. Bila terjadi perilaku arus yang tiba-tiba melonjak tinggi, EUIS akan mengirim peringatan tanda bahaya berupa pesan teks ke telepon seluler.

Pada 24 Mei lalu, EUIS menyabet gelar juara pertama Business Plan Technopreneurship, kompetisi yang digelar BlackBerry Innovation Center serta Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB. Saat ini aplikasi EUIS baru bisa dioperasikan pada BlackBerry 10 saja. “Namun ia berpotensi digunakan pada seluler cerdas lain," kata Ario.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=1623659675100



Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.