maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

BPIP

Gerakan Semesta Mencegah Stunting dan Kekerasan

Semangat gotong royong membantu sesama mencegah kekerasan anak dan rumah tangga serta gagal tumbuh pada anak. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan nasional. #Infotempo

Acara Kick off meeting Pancasila Dalam Tindakan "Gerakan Semesta Berencana Mencagah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Mengantisipasi Bencana, di gedung The Opus Grand Ballroom Darmawangsa, Kebayoran Baru, Kamis, 16 Februari 2023.. tempo : 169581904642_

Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mendorong aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada semua bidang pembangunan nasional. Salah satunya adalah mendorong terwujudnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Kick off meeting Pancasila mengusung tema Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual Pada Anak Dan Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Serta Mengantisipasi Bencana,” Kata Yudian, Kamis, 16 September 2023.

Dia berharap kegiatan ini melahirkan rumusan dan langkah-langkah konkret terkait pencegahan stunting, kekerasan seksual pada anak dan perempuan. Kemudian pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta antisipasi terhadap bencana.

Wakil Kepala BPIP Karjono, mengatakan inti dari acara kali ini adalah Pancasila in action. “Gerakan semesta, Pancasila in action, gotong royong saling meringankan satu dengan yang lain terutama pencegahan stunting, kekerasan seksual pada anak dan perempuan, kekerasan dalam rumah tangga serta mengantisipasi bencana,” ujarnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menuturkan gerakan mendorong semangat gotong royong. “Dengan gotong royong bisa lebih cepat menumpas stunting,” ucapnya.

Dia menawarkan masyarakat menjadi orang tua asuh. “Hari ini kami mendeklarasikan kakak asuh yang dipelopori paskibraka sebanyak 30 ribu setiap tahun. Siap menjadi kakak asuh bagi anak stunting,” ucapnya.

Menurut Hasto prinsip orang tua asing sesuai kemampuan. Dia mencontohkan dengan menyetor dua butir telur atau uang Rp 15 ribu per hari. “Pencegahan stunting murah. Kuncinya protein hewani, ikan jangan yang mahal. Makan mie dan singkong sama-sama karbohidrat,” tutur mantan Bupati Kulonprogo, Yogyakarta.

Ketua Dewan Pengarah Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri, mengatakan jika 7-8 orang error karena stunting bakal menjadi beban negara. Karena fisik di bawah rata-rata dan dari sisi kecerdasan juga terbatas. Dia menilai sampai saat ini Indonesia belum tuntas mengatasi stunting.

Mantan Presiden ke lima ini mencontohkan para pengawal Vatikan yang memiliki tinggi minimal 180 sentimeter. “Kalau dunia (orang-orang yang memiliki tubuh tinggi di dunia-red) saja bisa, mengapa tidak,” ujarnya.

Megawati mendorong gerakan ikhlas memberikan satu nasi bungkus. “Itu bukan semboyan, tapi dilakukan,” ucapnya.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, mengatakan seluruh jajaran TNI diperintahkan membantu penurunan stunting. Para bintara Pembina desa turun ke lapangan membantu melakukan supervisi pemerintah daerah. “Kepala BBKBN menyatakan sangat terbantu dengan peran babinsa,” kata dia. 

Adapun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan masalah stunting, kekerasan pada anak dan rumah tangga menjadi perhatian kepolisian. “Khusus stunting saya menugaskan Kapolda, kapolres dan Kapolsek, Kamtibmas untuk memonitor wilayah masing-masing,” ujarnya.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 24 September 2023

  • 17 September 2023

  • 10 September 2023

  • 3 September 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan