Info Tempo 2/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Banten Gencar Kembangkan Pariwisata

Pembangunan pariwisata dilakukan berbasis masyarakat pedesaan.

i Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Kepala Dinas Pariwisata Banten M Agus Setiawan saat melakukan kunjungan ke destinasi wisata Pantai Ciantir, Desa Sawarna, Lebak-Banten, beberapa waktu lalu.
Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Kepala Dinas Pariwisata Banten M Agus Setiawan saat melakukan kunjungan ke destinasi wisata Pantai Ciantir, Desa Sawarna, Lebak-Banten, beberapa waktu lalu.

Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid19. Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menetapkan pariwisata sebagai prioritas pembangunan.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan menjadikan pariwisata sebagai salah satu andalan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dia berharap berharap masyarakat memiliki kesadaran terhadap potensi di daerahnya dan mengembangkan wisata yang nyaman, bersih dan ramah.

Kenyamanan tidak hanya membuat wisatawan yang pernah berkunjung datang kembali, tapi juga akan menarik pelancong baru. Apalagi, destinasi wisata di Banten memiliki potensi besar untuk menarik turis dari luar negeri. “Perlu ditingkatkan sadar wisata atau sapta pesona masyarakat wisata setempat sehingga wisatawan merasa aman serta nyaman untuk menarik kunjungan wisatawan”, kata Wahidin.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten sudah melengkapi fasilitas di beberapa objek wisata semakin aman dan nyaman untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. Akses menuju tempat wisata juga terus diperbaiki. “Untuk jalan provinsi, ruas jalan Panimbang–Sumur dan Saketi–Malingping sudah baik. Jika ada jalan provinsi yang jelek akan kami perbaiki”, ujar Wahidin.

Adapun Wakil Gubernur Andika Hazrumy menyatakan mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan wisata berbasis pedesaan. “Masyarakat harus sadar akan potensi daerahnya, kemudian dikelola secara baik”, ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi banten M Agus Setiawan mengatakan akan membangun berbagai fasilitas untuk mengembalikan kunjungan wisatawan. Fasilitas yang sudah dibangun meliputi toilet wisata, selfie deck, kapal kano, sepeda air di Pantai Citarate, Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng.

Kemudian jalur pedestrian dan landmark Pantai Muara Cibareno, Kecamatan Cilograng, jalur pedestrian di Curug Kanteh, Desa Cikatomas, serta toilet wisata dan perlengkapan arung jeram di Desa Pasir Bungur, Kecamatan Cilograng. “Untuk Desa Sawarna, kami membangun menara pandang di Pantai Ciantir dan landmark Pantai Ciantir,” kata Andika.

Pembangunan fasilitas tidak hanya di di Kabupaten Lebak. “Tapi juga di di kab/kota lainnya seperti Kabupaten Pandeglang, Kota Serang dan Kabupaten Serang”, ujar Andika.

Selain penyediaan sarana dan prasarana, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Agus, mengatakan akan meningkatkan sumber daya manusia bidang pariwisata dengan program sertifikasi. Program sertifikasi ini meliputi sosialisasi dan pembinaan sertifikasi CHSE (cleanliness/kebersihan, health/kesehatan, safety/keamanan, environment/ramah lingkungan) usaha pariwisata se-Provinsi Banten.

“Hasil sertifikasi yang dilaksanakan lembaga sertifikasi telah diberikan kepada 491 usaha pariwisata,” kata Agus.

Dia menambahkan sertifikasi kompetensi sumber daya manusia/pelaku pariwisata se-Provinsi banten diberikan kepada 250 orang Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). “Juga kepada 100 orang pelaku usaha kuliner, dan 100 orang pemandu wisata” ujarnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata melakukan program pengembangan sdm pariwisata. Salah satunya melalui pelatihan racik kopi/barista, pelatihan produksi pisang sale, pelatihan pembuatan dodol dan pelatihan fotografi.

Pada pengembangan sektor ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Banten melaksanakan fasilitasi pameran produk kreatif dalam dan luar daerah di Maxxbox Lippo Karawaci, Cihampelas Walk Mall Bandung, Braga City Walk Mall Bandung, Malioboro Mall Jogjakarta, Artha Gading Mall Jakarta dan Nagoya Hill Mall Batam. Selain itu juga dilaksanakan berbagai lomba ekonomi kreatif seperti Lomba Cipta Busana Batik Baduy dan Batik Banten, Lomba Kriya Produk Berbahan Dasar Limbah, Lomba Kreasi Kuliner Seafood pada Banten Seafood Festival, Festival Band Untuk Banten Sehat, Lomba Peragaan Busana, Festival Film Banten, Lomba Mural, Lomba Fotografi bertajuk Banten Dalam Lensa, Festival Atraksi Wisata Rampak Bedug dan Lomba Pesona Keramik Banten.

Silakan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 5 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Inforial

Info Tempo 2/7

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.